Pakar Gizi: Minuman Bersoda Tidak Picu Kegemukan
Minuman bersoda sering dianggap sebagai minuman yang berdampak buruk bagi kesehatan seperti kegemukan. Padahal faktanya tidak seperti itu.
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Minuman bersoda sering dianggap sebagai minuman yang berdampak buruk bagi kesehatan seperti kegemukan. Padahal faktanya tidak seperti itu.
"Perlu dipahami bahwa penyakit yang terkait dengan ketidakseimbangan kalori seperti kegemukan tidak disebabkan oleh makanan tunggal saja tapi beberapa faktor," tutur Prof Made Astawan, pakar Gizi dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor di Jakarta, Senin (17/12/2012).
Ia mencontohkan kegemukan atau obesitas terjadi karena ketidakseimbangan konsumsi pangan dan pembakaran energi artinya pola konsumsi pangan tidak disertai aktivitas fisik yang cukup.
"Ini akan menyebabkan sisa kalori yangh tidak dibakar oleh aktivitas tubuh akan disimpan menjadi lemak hingga menyebabkan kegemukan. Jadi bukan karena minuman bersoda," tuturnya.
Di samping itu jika dilihat kandungan nilai gizinya, jumlah gula dan kalori dalam minuman bersoda kira-kira sama dengan yang dijumpai dalam jus buah, meski jus seringkali mengandung nustrisi tambahan vitamin dan mineral.
"Semua makanan dan minuman bisa kita nikmati selama dalam kombinasi yang seimbang dan didukung dengan aktivitas fisik yang cukup. Jadi jangan cepat-cepat menyalahkan satu jenis makanan atau minuman sebagai penyebab tunggal penyakit tubuh," tuturnya.