Konsultasi Gigi dan Mulut
Serat Makanan Gampang Nyelip di Gigi Belakang, Bagaimana Mencegahnya?
Gigi belakang bagian kanan maupun kiri gampang banget keselip serat makanan. Saya sungguh tan nyaman. Apa solusinya?
Editor:
Agung Budi Santoso
Pertanyaan Pembaca Tribunnews.com
Dear dokter Anastasia,
Dugaan Dokter benar. Pak Asmat itu adalah saya: Marjuang.. teman sekelas Ibu saat sama bersekolah di SMP Sint Antonius Nabire.
Selamat berjumpa kembali, Ibu Dokter.. Maaf, ya..
Sebelumnya, terimakasih atas jawaban Dokter atas keluhan gigi saya sebelum ini, Dok..
Posisi gigi bermasalah yang saya tanyakan ketika itu adalah gigi belakang bawah (kiri-kanan). Kebiasaan buruk makan makanan keras semisal jambu biji dan sejenisnyalah yang mungkin menyebabkan cepat tergerusnya tambalan gigi saya yang jenisnya saya kurang tahu tersebut.
Selain masalah di atas, ada masalah lain yang juga sering terasa kurang mengenakkan, yaitu ketika makan daging (makanan berserat). Makanan sering terselip di celah gigi belakang bagian atas kiri-kanan saya.
Saya tidak tahu persis, apakah itu diakibatkan oleh susunan gigi-geligi saya yang kurang rapat dan agak terbuka karena kebiasaan saya suka menggunakan tusuk gigi ataukah oleh sebab lain.
Apakah hal ini bisa diatasi atau paling tidak dapat mengurangi terselipnya makanan di celah gigi saya tersebut? Kadang bila lupa membersihkan di malam hari, aroma mulut jadi kurang sedap. Terimakasih sebelumnya atas penjelasannya.
Best regards,
Marjuang, Jakarta..
Jawaban:
Owh, hai…. Abang… selamat berjumpa kembali, setelah berpuluh tahun kehilangan kontak meski ternyata sama-sama berdomisili di area yang sama: seputaran Jabodetabektangsel. Wilayahnya terlampau luas sekaligus crowded, yea Abang..
Tidak mudah bertemu karena bidang tugas kesehariannya berbeda. Apa khabar, Abang? .. Semoga Abang dan keluarga tercinta senantiasa sehat dan ada dalam lindungan Tuhan, yea..
Dear Abang Marjuang,
Kebiasaan makan makanan keras memang bisa berpengaruh tidak ideal bagi keutuhan material lapisan penyusun gigi kita. Juga bagi keutuhan material tambalan gigi kita. Andaipun tambalan kita menggunakan bahan utama amalgam yang kekuatannya relative tinggi, maka kekuatan daya tekan akibat proses pengunyahan bahan makanan keras dapat diteruskan secara langsung tanpa upaya peredaman ke lapisan gigi tempat tambalan menempel.
Andai tekanan ini langsung mengenai lapisan enamel gigi yang cenderung bersifat getas, maka daya tekan ini bisa akibatkan retaknya bagian enamel sang gigi. Itulah mengapa gigi berestorasi tambalan bahan amalgam sering jadi retak hingga pecah, setelah sekian lama.
Yang lantaran itu gigi berubah jadi sensitive. Andaipun bahan tambalan yang dipakai yakni jenis plastis semisal resin, maka oleh proses gerusan bahan makanan keras, sang material plastis tersebut dapat tergerus. Kondisi menipisnya bahan tambalan inipun bisa jadikan gigi kembali sensitive.
Satu pertanyaan saya, apakah benar saat sedang makan jambu biji Abang juga mengunyah bijinya? Wow..bagaimana bisa, Abang?
Terkait mudah menyelipnya serat bahan makanan semisal daging berserat di antara gigi-geligi belakang atas kanan kiri Abang, kemungkinan terjadinya bermuasal dari ragam kondisi, di antaranya:
- Adanya karang gigi di area tersebut,
- Telah terbentuknya proses karies pada area inter dental tersebut,
- Adanya kondisi retak/pecahnya lapisan gigi di area tersebut,
- Telah terbukanya bagian akar gigi oleh proses lanjut keberadaan karang gigi, oleh cara menyikat gigi yang salah, maupun oleh sebab proses bergerak turunnya sang gigi ke arah rahang bawah bila area antagonis sang gigi tidak lagi bergigi oleh satu dan lain penyebab,
- Adanya restorasi tambalan gigi di area tersebut yang contour permukaannya belum sesuai dengan contour ideal sang gigi, berlebihan material restorasi tambalannya, karena belum dilakukan proses perapian dan penghalusan.
Ragam kondisi yang memungkinkan mudah terjadinya kejadian fiksasi serat makanan di area dimaksud.
Bersama guliran perjalanan sang waktu, bila kondisi anomali ini bertahan beberapa menit saja, khusus untuk bahan makanan yang mudah mengalami proses fermentasi/pembusukan otomatis akan langsung mempengaruhi aroma hawa mulut kita, yea Abang… Bisa berdampak tidak ideal. Jadi merasa tidak nyaman dan terganggu, setelahnya.
Pemakaian alat pembersih benang gigi secara tepat dapat membantu melepaskan sebagian selipan serat makanan tersebut. Tetapi, andai penyebab/pencetus utama sering dialaminya kondisi tersebut tidak ditangani terlebih dahulu secara tuntas, maka kejadian anomali tersebut akan terus berulang.
Di proses lanjutnya dapat makin memperparah kondisi akibat telah terjadinya proses perlukaan dan radang berulang di area setempat. Terlebih lagi oleh kebiasaan Abang melepaskan selipan serat makanan menggunakan alat tusuk gigi yang saya kira kadang juga dilakukan dengan cara yang kurang tepat hingga sebabkan terjadinya perlukaan pada gusi.
Yang karenanya, alih-alih membersihkan, malahan makin mendorong serat makanan ke area dalam kantong jaringan periodontium gigi di situ. Bisa mengakibatkan terjadinya proses infeksi lanjut yang dapat berimbas menjadi rusaknya jaringan pendukung gigi termasuk tulang alveolus di area tersebut.
Pada akhirnya bisa menjadikan celah antar gigi makin lebar dan dalam di area tersebut.
Itulah mengapa saya lebih menyarankan pemakaian benang gigi steril untuk melepaskan serat yang terselip tersebut. Kedua, segeralah mengontrolkan kondisi terkait secara langsung ke dokter gigi yang dipilih.
Agar dapat ditemukan penyebabnya, dan dirawat sebaik mungkin sesuai indikasinya. Kondisi posisi antar gigi Abang yang kurang rapat tidak berhubungan langsung dengan terjadinya anomali ini.
Sebab andai contour permukaan gigi-geligi Abang ideal dan tidak ada kondisi anomali pencetus kejadian tersangkutnya serat makanan, maka andaipun ada bahan makanan yang menyelip di antara gigi-geligi, akan sangat mudah dibersihkan dengan cara berkumur biasa sekalipun.
Demikianlah, Abang.. semoga penjelasan saya kali ini dapat Abang pahami dengan jelas.
Salam dan doa terbaik saya untuk seluruh keluarga Abang di Jakarta, Makasar, Medan, dan Nabire, yea..
D-smile, 11 April 2013 09:54 WIB
Kontak Konsultasi Drg Anastasia Ririen
Selama ini, perempuan kelahiran tepian Danau Tage -Epouto (Enarotali, Paniai, Papua) ini bekerja di Permata Pamulang Hospital, Happy Smile Dental Clinic Bali View Point (keduanya beralamat di Tangerang Selatan), dan praktik pribadi D-smile di wilayah Pondok Cabe, Selatan Jakarta.
Bagi pembaca Tribunnews.com yang ingin melakukan konsultasi masalah gigi dan mulut, silakan mengirimkan pertanyaan melalui email: dr_anastasia_ririen@yahoo.com. Semua jawaban akan ditayangkan di www.tribunnews.com