Jangan Sepelekan Gejala Anak Terlambat Bicara

Setiap anak belajar bicara pada tingkat yang berbeda-beda, tapi kebanyakan akan mengikuti runtutan waktu yang umum.

Jangan Sepelekan Gejala Anak Terlambat Bicara
net
anak bicara1 

Saat 18 bulan:
* Tidak menunjukkan setidaknya salah satu organ tubuh yang Ibu tanyakan.
* Tidak berusaha berkomunikasi dengan Ibu ketika mereka membutuhkan bantuan atau menunjuk sesuatu yang mereka inginkan.
* Tidak mengucapkan setidaknya 6 kata.

Antara 19-24 bulan:
* Tidak mengalami perkembangan kosakata secara cepat (sekitar 1 kata baru tiap minggu).

Saat 24 bulan:
* Tidak merespons pada pengarahan atau perintah sederhana.
* Tidak melakukan aktivitas “pura-pura” dengan boneka atau dirinya sendiri (seperti menyisir rambutnya atau menyuapi si boneka).
* Tidak meniru aksi atau kata orang lain.
* Tidak bisa menunjukkan gambar yang benar di buku.
* Tidak bisa menggabungkan dua kata sekaligus.
* Tidak tahu kegunaan dari benda-benda rumah tangga yang umum, seperti sendok, sisir, dan garpu.

Saat 25 bulan:
* Tidak menggunakan 2-4 kata pada kalimat sederhana.
* Tidak bisa menyebutkan beberapa bagian tubuh.
* Tidak bisa bertanya pertanyaan sederhana.

Saat 30 bulan:
* Ucapannya tidak bisa dimengerti oleh semua orang di keluarga Ibu.

Saat 36 bulan:
* Tidak menggunakan kata pengganti, seperti saya, kamu, atau aku.
* Hampir setiap saat, ucapannya tidak bisa dimengerti oleh semua orang asing yang ditemui.

Saat 3 tahun:
* Tidak bisa berbicara frase-frase pendek (kumpulan kata).
* Tidak mengerti instruksi pendek dari Ibu.
* Tidak memiliki ketertarikan berinteraksi dengan anak lain.
* Memiliki kesulitan yang tinggi berpisah dari orangtua.
* Memiliki cara bicara yang tidak jelas.
* Masih sering gagap dan sangat sulit menghasilkan suara dan kata yang benar.

Saat 4 tahun:
* Belum menguasai beberapa konsonan tunggal.
* Tidak mengerti konsep “sama” dan “berbeda”.
* Tidak menggunakan kata ganti “saya” dan “kamu” secara benar.

Baca: Kapan Anak Didiagnosa Terlambat Berbicara?

Itulah tanda-tanda anak terlambat bicara. Jangan dianggap biasa ya, Bu, segera konsultasikan ke dokter jika hal ini terjadi.

Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved