Breaking News:

Bumil Sebaiknya Hindari Minum dari Wadah Plastik

Bahaya dari penggunaan kemasan plastik adalah adanya zat kimiawi bernama bisphenol A (BPA).

Editor: Choirul Arifin
HUFFINGTON POST
Riset ahli mendapati temuan bahwa botol plastik berisi kimiawi pengganggu hormon yang dapat menyebabkan kanker, diabetes, ADHD dan autisme. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bahaya dari penggunaan kemasan plastik adalah adanya zat kimiawi bernama bisphenol A (BPA).

Zat tersebut diketahui dapat mengganggu hormon pada anak laki-laki. Pada ibu hamil, kebiasaan minum dari botol plastik yang mengandung BPA diketahui dapat meningkatkan risiko anak obesitas.

Situs Dailymail.co.uk melansir, ketika anak terpapar BPA, mereka menjadi kurang sensitif terhadap hormon yang bertanggung jawab mengontrol nafsu makan.

Para ahli mengaku mereka tak terkejut akan hasil penelitian ini dan memperingatkan pentingnya menyadari faktor-faktor lingkungan yang berperan meningkatkan kerentanan akan obesitas.

BPA adalah zat kimia yang ditemukan dalam kotak makanan, termasuk botol air minum plastik polikarbonat dan lapisan kaleng.

Zat kimiawi ini dapat mengganggu sistem endokrin (kelompok kelenjar yang menghasilkan beberapa hormon) dengan meniru estrogen, satu dari hormon utama dalam tubuh wanita.

Riset menemukan paparan BPA hampir mengenai semua orang. Lebih dari 90% orang yang diuji pada studi populasi memiliki kadar BPA di urine.

Studi tersebut dilaksanakan oleh Endocrine Society yang bermarkas di Washington DC dan meneliti bayi tikus.

Peneliti menemukan bahwa tikus yang dilahirkan ibu terpapar BPA menjadi kurang responsis terhadap hormon leptin yang kadang disebut hormon kenyang itu.

Leptin membantu menghambat nafsu makan dengan mengurangi rasa lapar ketika tubuh tidak membutuhkan energi. Hormon itu mengirim sinyal ke daerah hipotalamus di otak untuk menekan nafsu makan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved