Breaking News:

HOGI: Vaksin HPV Cara Paling Efektif Cegah Kanker Serviks

Khusus di negara-negara berkembang seperti Indonesia, penyakit kanker serviks merupakan penyebab utama kematian

Net
Ilustrasi 

Hubungan seksual di usia muda rentan menimbulkan infeksi HPV di leher rahim dan berpeluang berkembang menjadi kanker apalagi jika daya tahan tubuh rendah.

Ada anggapan yang salah di masyarakat di mana kanker serviks hanya disebabkan oleh seks bebas atau berganti-ganti pasangan.

“Ini tidak sepenuhnya benar. Siapapun dapat terkena kanker serviks karena virus ditularkan dari kulit ke kulit, tidak hanya melalui kontak hubungan seksual tetapi juga melalui tangan yang terkontaminasi,” jelas Andrijono.

Vaksin diberikan pada anak perempuan mulai usia 10 tahun (kelas 5 SD) dan suntikan ulangan diberikan setahun kemudian.

Usia ini dianggap tepat karena sistem imun sudah berkembang dan sangat baik merespon vaksinasi.

Vaksin HPV dapat memberikan perlindungan sampai 15 tahun, dengan efek samping hanya bersifat lokal berupa nyeri di lokasi suntikan.

Keuntungan lain vaksin HPV tidak hanya mencegah kanker serviks saja melainkan dapat mencegah kanker yang juga disebabkan HPV seperti kanker vagina, kanker vulva, kanker anus, kanker mulut, kanker lidah, dan kanker tenggorokan.

HOGI pada tanggal 3 Maret 2017 lalu melakukan sosialisasi program KICKS yakni  ‘Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks’ ke pemerintah Presiden Joko Widodo dan diterima Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

Tema kampanye KICKS adalah ‘Melangkah Bersama Cegah Kanker Serviks’ setidaknya dengan tiga langkah.

Pertama, memberi dukungan kepada program penatalaksanaan (skrining abnormal) dan vaksinasi HPV (BIAS).

Halaman
1234
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved