Dua Obat Demam pada Anak Tanpa Resep Dokter, Simak Cara Kerja dan Efek Sampingnya
Ada dua obat demam tanpa resep dokter yang sering digunakan orangtua untuk menurunkan demam pada anak, yakni Ibuprofen dan parasetamol.
Ibuprofen juga dapat digunakan untuk mengobati nyeri ringan dan sedang serta demam. Tidak seperti parasetamol, ibuprofen juga dapat mengurangi peradangan.
Ibuprofen adalah bahan aktif dalam sejumlah produk OTC untuk anak-anak, termasuk suspensi dan tablet kunyah. Saat ini tidak tersedia dalam bentuk supositoria (melalui anus).
Dosis
Produk yang dijual bebas yang mengandung ibuprofen sebagai bahan aktif disetujui untuk digunakan pada anak-anak dari usia 3 bulan ke atas, atau dengan berat badan 6 kilogram dan lebih.
Dosisnya pun harus disesuaikan pada label yang tertera, karena kandungan ibuprofen pada setiap merek berbeda.
Cara kerja
Sama halnya dengan parasetamol, ibuprofen juga bekerja dengan menghambat produksi prostaglandin dengan cara menghambat enzim Cyclooksigenase (COX).
Efeknya yaitu penurunan suhu tubuh (efek antipiretik) dan penurunan nyeri (efek analgesik).
Cara pakai
Ibuprofen biasanya diberikan setiap 6–8 jam sekali, tetapi tidak lebih dari 3 kali sehari.
Seperti halnya parasetamol, kita tidak dianjurkan memberi ibuprofen kepada anak lebih dari 2 hari berturut-turut tanpa konsultasi dengan dokter.
Anak biasanya akan mulai merasa sakit atau demam berkurang setelah 15 menit mengonsumsi ibuprofen secara oral.
Efek samping
Efek samping dari ibuprofen bervariasi kemungkinan efek samping dari ibuprofen termasuk mual dan diare.
Kita juga harus berhati-hati saat memberikan ibuprofen kepada seorang anak yang memiliki gangguan hati atau ginjal.
Untuk pemilihan anatara parasetamol dan ibuprofen itu sendiri, sesuaikan saja dengan kebutuhan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-anak-demam_20150319_102507.jpg)