Selasa, 2 Juni 2026

Catat, Ini 5 Kesalahpahaman tentang DBD dan Nyamuknya

penurunan angka trombosit hanya menunjukkan naiknya kebocoran plasma, dan baru memerlukan transfusi bila disertai pendarahan masif.

Tayang:
Editor: Sanusi
ISTIMEWA
Untuk mengantipasi menyebarnya penyakit wabah malaria dan demam berdarah serta berbagai jenis penyakit lainnya menjelang datangnya musim hujan, Prajurit TNI melaksanakan fogging di sekitar tempat pengungsian warga yang terkena dampak gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang terjadi beberapa waktu lalu. 

Saleha juga menjelaskan mengenai kemampuan terbang nyamuk.

Secara horizontal, nyamuk bisa terbang hingga jarak 50 sampai 100 meter. Namun bila beristirahat, namuk bisa mencapai jarak 200 meter.

Secara vertikal, nyamuk bisa terbang hingga ketinggian 15 sampai 20 meter.

“Di apartemen lantai empat, biasanya lebih sedikit (nyamuknya). Tapi jangan lupa, nyamuk juga bisa terbawa (manusia) naik lift,” katanya.

Oleh sebab itu, seseorang yang tinggal di apartemen tidak boleh terlena, dan tetap harus melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) seperti 3M.

3. Orang yang sudah sekali DBD akan kebal seumur hidup

Jangan salah mengira bahwa dengan terkena DBD sekali, Anda tidak akan terkena DBD lagi seumur hidup.

Dijelaskan oleh Dr dr Leonard Nainggolan, SpPD-KPTI, ada empat serotipe virus Dengue yang bila diurutkan berdasarkan keganasannya di Indonesia adalah DEN-3, DEN-2, DEN-1, dan DEN-4.

Kalau sudah terkena sekali, misalnya DEN-1, tubuh memang akan membuat antibodi terhadap serotipe.

Namun, bukan berarti Anda akan terlindung dari DBD. Anda masih bisa terinfeksi DEN-2, DEN-3, dan DEN-4.

Leonard mengatakan, selama ini, saya belum pernah dapat pasien kena (DBD) empat kali. Belum dilaporkan juga (di literatur medis). Tapi kalau dari logika, kalau sudah kena empat kali enggak akan kena yang kelima.

4. Anak yang mengalami DBD harus dibungkus dengan pakaian berlapis-lapis

Bila anak mengalami DBD, tentu wajar bila orangtua merasa khawatir dan berusaha melakukan yang terbaik bagi anaknya.

Namun, hati-hati. Berbagai mitos justru dapat membuat kondisi anak semakin buruk.

Salah satu yang disoroti oleh dr Mulya Rahma Karyanti, SpA(K), MSc adalah kebiasaan orangtua untuk membungkus anaknya dengan pakaian berlapis-lapis ketika demam.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved