Agar Tak Mengancam Kesehatan, Ini Durasi Aman Gunakan Ponsel

Penggunaan ponsel dianggap bisa membahayakan kesehatan. Adakah batas penggunaan ponsel sendiri agar tidak berlebihan dan mengganggu kesehatan?

Agar Tak Mengancam Kesehatan, Ini Durasi Aman Gunakan Ponsel
Sputnik
Ilustrasi anak bermain ponsel. 

Syaraf tepi adalah penghubung organ tubuh dengan syaraf pusat yaitu otak dan sumsum tulang belakang dengan seluruh organ tubuh.

Ada pula risiko lainnya, seperti kerusakan mata, gangguan psikologis, dan lainnya.

Lalu, adakah batas penggunaan ponsel sendiri agar tidak berlebihan dan mengganggu kesehatan?

Fita menyebutkan, tak ada hitungan pasti mengenai anjuran batas penggunaan ponsel. Namun, ada sebuah studi yang mengatakan bahwa anak di bawah usia 14 tahun sebaiknya tidak menggunakan ponsel lebih dari dua jam.

Meski begitu, studi itu juga tak lepas dari perdebatan di bidang terkait.

"Kalau bisa tidak lebih dari dua jam karena pengaruh dengan kemampuan interaksi dan motoriknya," ucap Fita.

Sementara untuk usia dewasa cenderung lebih fleksibel. Hanya saja, orang dewasa diharapkan lebih tahu diri dan mampu mengontrol pemakaian ponselnya sendiri.

Ia membandingkan, penggunaan enam jam secara penuh atau terus menerus, misalnya, akan lebih terasa dampaknya dibandingkan dengan penggunaan delapan jam tapi secara wajar.

Selain itu, usahakan tidak menggunakan ponsel pada kondisi pencahayaan minim. Pastikan pencahayaan cukup atau gunakan mode malam. Ini dilakukan agar mata tidak cepat lelah karena penggunaan ponsel dalam waktu yang cukup lama.

"Karena saya juga pernah alami, kedutan atau mata berair (saat lama menatap layar). Itu sebetulnya tubuh kita sudah kasih peringatan. Kalau bisa berhenti dulu dan jalan-jalan dulu," ujarnya.

Halaman
123
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved