7 Cara Cegah Dehidrasi dan Heat Stroke akibat Cuaca Panas

Mereka yang beraktivitas di bawah sengatan matahari dalam waktu yang lama, berisiko terkena dehidrasi dan heat stroke.

7 Cara Cegah Dehidrasi dan Heat Stroke akibat Cuaca Panas
portugalresident.com
ILUSTRASI CUACA PANAS - Alasan kenapa udara terasa panas dan terik saat siang hari, BMKG memberikan penjelasan. 

TRIBUNNEWS.COM - Beberapa hari ini cuaca di beberapa kota di Indonesia terasa sangat panas.

Mereka yang beraktivitas di bawah sengatan matahari dalam waktu yang lama, berisiko terkena dehidrasi.

Jika dibiarkan, komplikasi bisa berkembang lebih parah menjadi heat stroke.

Dehidrasi maupun heat stroke, sebaiknya tidak diremehkan.

Pada kondisi yang parah, keduanya bisa mengancam keselamatan jiwa.

Apa itu dehidrasi dan heat stroke?

Saat berada di bawah sengatan sinar matahari dalam jangka waktu yang lama, cairan di tubuh lama-kelamaan akan berkurang. Jika cairan yang kita konsumsi jumlahnya kurang, dehidrasi bisa terjadi.

Sementara itu, heat stroke adalah salah satu bentuk komplikasi dari dehidrasi. Kondisi ini adalah yang paling parah, dibandingkan dengan penyakit yang berkaitan dengan cuaca panas lainnya.

Jika tidak segera ditangani, heat stroke dapat dengan cepat merusak otak, jantung, ginjal, otot, dan bahkan bisa mengancam nyawa.

Saat seseorang mengalami dehidrasi dan tubuh tidak mengeluarkan cukup keringat untuk menurunkan suhu, maka suhu di tubuh akan naik hingga tingkat yang berbahaya. Kondisi inilah yang dinamakan heat stroke. Kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba dan merupakan kegawatdaruratan medis.

Halaman
1234
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved