Waspada Pneumonia Wuhan dari Bandara Hingga ke Berbagai Provinsi di Indonesia

Wabah penyakit pneumonia yang terjadi di Wuhan, China bisa dibilang sangat meresahkan.

Waspada Pneumonia Wuhan dari Bandara Hingga ke Berbagai Provinsi di Indonesia
Tangkapan Layar South China Morning Post
Virus corona terbaru yang berasal dari Kota Wuhan, China, baru-baru ini sedang menghebohkan beberapa negara di Asia. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billly

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Wabah penyakit pneumonia yang terjadi di Wuhan, China bisa dibilang sangat meresahkan.

Pertama, secara penyebab pneumonia ini berasal dari virus baru bernama coronavirus (2019-nCov) atau virus corona yaitu virus baru yang satu jenis dengan virus penyebab SARS dan MERS.

Untuk jumlah kasus per 5 Januari 2020 dilaporkan totalnya sebanyak 59 kasus dan belum ada penambahan kasus namun sudah terjadi dua kasus impor, di Bangkok dan Tokyo.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Masyarakat Kementerian Kesehatan, Anung Sugihartono menyebutkan Indonesia juga turut mengantisipasi penularan penyakit yang menimbulkan gangguan pernapasan itu.

Baca: Kemeriahan Tahun Baru Imlek di Amerika Serikat, Ada Beragam Acara hingga Kuliner China

Baca: Isu Virus Wuhan di China, Indonesia Belum Akan Memberikan Travel Warning

Baca: Ungkit Konflik Natuna, Rocky Gerung Sayangkan Pengusiran Kapal China: Pencuri Harusnya Ditangkap

Pertama Kemenkes telah menerbitkan Surat Edaran kepada seluruh Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten maupun kota untuk meningkatkan kewaspadan.

“Kita sudah kirimkan surat edaran kepada seluruh Dinas Kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi pneumonia wuhan,” kata Anung di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020).

Kemudian kewaspadaan juga dilakukan di 135 pintu masuk ke Indonesia baik udara, laut maupun pelabuhan.

Misalnya di bandara yang punya penerbangan langsung dari Cina maka diaktifkan thermal scanner, health alert dan Komunikasi, Informasi, dan edukasi (KIE) pada penumpang.

Baca: 7 Cara Alami Mencegah sekaligus Mengobati Penyakit Pneumonia yang Kini Heboh di Tiongkok

Adapun alat thermal scanner adalah alat untuk mendeteksi suhu tubuh seseroang. 

Mesin akan memberikan petunjuk berupa gambar tubuh berwarna merah jika suhu tubuh seseorang mencapai 38 derajat celcius yang artinya kondisinya tidak fit.

Ilustrasi - Tim medis Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Batam sedang memeriksa suhu tubuh jemaah haji menggunakan pengukur alat pendeteksi suhu tubuh (thermal scanner) usai mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, Senin (21/10/2013). Pemeriksaan suhu tubuh digunakan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV).
Ilustrasi - Tim medis Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Batam sedang memeriksa suhu tubuh jemaah haji menggunakan pengukur alat pendeteksi suhu tubuh (thermal scanner) usai mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, Senin (21/10/2013). Pemeriksaan suhu tubuh digunakan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV). (Tribunnewsbatam.com/Argianto DA Nugroho)

“Karena salah satu gejala (pneumonia) adalah panas, yang paling pertama adalah thermal scan. Kalau ada seseorang yang leaf dan suhunya di atas 38 derajat, akan ketahuan dan dilakukan pemeriksaan lanjutan, mulai dari isolasi, pengamatan, pemeriksaan lab,” kata Anung.

Selain panas pneumonia biasanya memiliki gejala pada saluran pernapasan karena adanya sehingga menyebabkan gangguan pada sistem respirasi ringan seperti batuk kering hingga berat seperti sesak dan gangguan pernapasan.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved