Virus Corona

WHO Beri Nama Baru untuk Virus Corona

Nama untuk virus corona baru penting untuk menghindari stigma dan nama-nama lain yang mungkin tidak akurat.

WHO Beri Nama Baru untuk Virus Corona
STRAITS TIMES
Warga Singapura beraktivitas di luar rumah dengan mengenakan masker karena kekhawatiran meluasnya penyebaran virus corona. 

Laporan Reporter Kontan, SS. Kurniawan

TRIBUNNEWS.COM, JENEWA -  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi memberi nama virus corona baru: COVID-19. Sebelumnya, mereka menyebut virus mematikan tersebut dengan nama novel coronavirus (2019 n-Cov).

Melansir Reuters, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan, nama untuk virus corona baru penting untuk menghindari stigma dan nama-nama lain yang mungkin tidak akurat.

Cuma, Tedros mengungkapkan, vaksin pertama virus itu baru tersedia dalam 18 bulan ke depan. "Jadi, kita harus melakukan semuanya hari ini, menggunakan semua senjata yang tersedia," katanya di Jenewa, Selasa (11/2/2020).

Tedros meminta semua negara seagresif mungkin dalam memerangi COVID-19.

"Jika dunia tidak ingin bangun dan menganggap virus sebagai musuh publik nomor satu, saya tidak berpikir kita akan belajar dari pelajaran ini," ujarnya.

"Kami masih dalam strategi penahanan dan tidak boleh membiarkan virus (COVID-19) memiliki ruang untuk penularan lokal (dari manusia ke manusia)," imbuh Tedros.

Sebelumnya, Tedros menyebutkan, China telah melaporkan 42.708 kasus COVID-19 terkonfirmasi, termasuk 1.017 kematian.

"Dengan 99% kasus di China, ini tetap sangat darurat bagi negara itu," katanya seperti dikutip Reuters.

"Tetapi, (COVID-19) ancaman sangat besar bagi seluruh dunia," ujar Tedros nya saat membuka pertemuan yang bertujuan mempercepat penelitian obat-obatan, diagnostik, dan vaksin virus corona baru di Jenewa, Selasa (11/2/2020).

Baca: Pilkada Solo 2020: Balon Wawali Diah Warih Tiru Cara Jokowi, Blusukan ke Perkampungan

Karena itu, Tedros berharap, salah satu hasil dari pertemuan tersebut akan menjadi peta jalan untuk penelitian.

Baca: Cara Pemakaman Korban Tewas Virus Corona Agar Tak Tertular, Keluarga Tak Boleh Lihat Terakhir Kali

Hadir dalam pertemuan itu lebih dari 400 peneliti, termasuk yang ikut serta lewat konferensi video dari China dan Taiwan.

"Intinya adalah solidaritas, solidaritas, solidaritas. Itu terutama berlaku dalam hal berbagi sampel," tegas Tedros.

"Untuk mengalahkan wabah ini, kita perlu berbagi secara terbuka dan adil, sesuai dengan prinsip keadilan dan kesetaraan".

Artikel ini tayang di Kontan dengan judul WHO resmi memberi nama virus corona, ini dia namanya

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved