Virus Corona
11 Mitos Virus Corona yang Jangan Dipercaya Lagi, Tak Bisa Sembuh hingga Pakai Masker Cegah Virus
Banyaknya informasi di media sosial tak jarang memunculkan salah kaprah soal virus corona dalam benak masyarakat.
TRIBUNNEWS.COM - 11 mitos corona yang sebaiknya tak lagi dipercaya.
Virus corona masih meresahkan masyarakat dunia hingga hari ini, Selasa (3/3/2020).
Banyaknya informasi di media sosial tak jarang memunculkan salah kaprah soal virus corona dalam benak masyarakat.
Wabah Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 telah menginfeksi hampir 90.000 orang di seluruh dunia. Senin (2/3/2020), Presiden Jokowi mengonfirmasi dua kasus Covid-19 baru di Indonesia.
Seiring dengan pemberitaan tersebut, aneka kabar burung menyebar luas di dunia maya.
• Percakapan Pasien Virus Corona dan Ketua RT, Masih Berkomunikasi dan Berharap Bisa Sembuh
• Gejalanya Hampir Mirip, Ini Perbedaan Flu Biasa dengan Virus Corona yang Sama-sama Demam dan Batuk
Sayangnya, banjir informasi tanpa henti ini kadang sulit untuk memisahkan antara fakta dan mitos.
Berikut adalah 11 mitos atau rumor yang salah terkait wabah Covid-19 dan sebenarnya bisa berbahaya, seperti dilansir Live Science, Sabtu (29/3/2020).
1. Mitos: Masker wajah dapat melindungi diri dari virus
Penting diketahui, masker bedah standar tidak dapat melindungi diri dari SARS-CoV-2. Pasalnya, masker wajah tidak dirancang untuk memblokir partikel virus untuk mengenai wajah.
Namun, masker dapat membantu mencegah orang yang terinfeksi menyebarkan virus ke orang lain dengan memblokir percikan partikel pernapasan yang dikeluarkan dari mulut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/gejala-klinis-virus-corona-kemenkes.jpg)