Terapi Pijat Tak Sekadar Relaksasi, Bisa Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia
Berbagai keluhan kesehatan lansia mulai muncul, seperti nyeri sendi, kekakuan otot, gangguan tidur, hingga berkurangnya kemampuan bergerak.
Ringkasan Berita:
- Indonesia kini memiliki lebih dari 29 juta lansia sehingga upaya menjaga kualitas hidup mereka menjadi semakin penting
- Berbagai kajian menunjukkan terapi pijat dapat membantu mengurangi nyeri, meningkatkan kualitas tidur, melancarkan sirkulasi darah, serta menurunkan stres dan kecemasan pada lansia
- Dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional 2026, ratusan lansia mengikuti kegiatan pijat serentak yang tercatat dalam Rekor MURI.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Indonesia tengah memasuki era masyarakat menua dengan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) yang kini mencapai lebih dari 29 juta orang.
Seiring bertambahnya populasi lansia, upaya menjaga kualitas hidup mereka menjadi tantangan yang semakin penting, tidak hanya dari sisi layanan kesehatan tetapi juga kesejahteraan fisik dan mental.
Pertambahan jumlah lansia membawa berbagai tantangan, mulai dari meningkatnya risiko penyakit degeneratif hingga penurunan mobilitas yang dapat memengaruhi kemandirian dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Karena itu, perhatian terhadap kesehatan fisik dan mental lansia menjadi aspek yang tidak boleh diabaikan.
Baca juga: Sosok Menantu yang Dicurigai atas Kematian Lansia di Boyolali: Diduga Kirim Sate, Sering Minta Uang
Seiring bertambahnya usia, berbagai keluhan kesehatan mulai muncul, seperti nyeri sendi, kekakuan otot, gangguan tidur, hingga berkurangnya kemampuan bergerak. Kondisi tersebut kerap memengaruhi kenyamanan dan kualitas hidup para lansia.
Di tengah kondisi tersebut, terapi pijat menjadi salah satu pendekatan yang banyak dimanfaatkan untuk membantu menjaga kebugaran tubuh.
Selain memberikan sensasi relaksasi, terapi pijat yang dilakukan dengan teknik yang tepat dapat membantu melancarkan sirkulasi darah, mengurangi ketegangan otot, serta meredakan pegal dan nyeri ringan pada tubuh.
Bagi lansia, manfaat tersebut dapat meningkatkan kenyamanan dalam beraktivitas. Tubuh yang lebih rileks juga berpotensi mendukung kualitas tidur yang lebih baik, salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Berbagai kajian internasional menunjukkan bahwa terapi pijat dapat menjadi pendekatan pendamping yang membantu menjaga kualitas hidup lansia.
Pijat yang dilakukan dengan teknik yang sesuai diketahui mampu membantu mengurangi nyeri otot dan sendi, meningkatkan sirkulasi darah, memperbaiki kualitas tidur, serta menurunkan tingkat stres dan kecemasan pada kelompok usia lanjut.
Penelitian yang dilakukan Dr. Tiffany Field dari Touch Research Institute menunjukkan bahwa terapi pijat dengan tekanan sedang memberikan manfaat bagi lansia karena mampu menstimulasi reseptor tekanan di bawah kulit.
"Stimulasi tersebut terbukti dapat membantu menurunkan kadar hormon stres kortisol sekaligus meningkatkan produksi dopamin dan serotonin yang berperan dalam menciptakan rasa nyaman dan memperbaiki suasana hati," katanya.
Menurut Field, terapi pijat untuk lansia perlu disesuaikan dengan kondisi fisik yang mengalami proses penuaan.
Terapis dianjurkan menggunakan gerakan yang lembut, usapan perlahan, serta peregangan pasif untuk membantu meredakan ketegangan otot tanpa memberikan beban berlebih pada persendian.
Dari sisi fisioterapi, pijat juga dinilai dapat membantu meningkatkan fleksibilitas dan rentang gerak tubuh sehingga lansia lebih nyaman menjalani aktivitas sehari-hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pijat-Lansia-1-04062026.jpg)