Kamis, 16 April 2026

Virus Corona

Benarkah Virus Corona Covid-19 Mati di Cuaca Panas? Ini Kata Peneliti

Peneliti memberikan penjelasan terkait virus corona Covid-19 mati saat cuaca panas

Editor: bunga pradipta p
AFP/MARIA TAN
Seorang pekerja kesehatan dari Pemerintahan Filipina, mendisinfeksi sekolah menengah, di tengah kekhawatiran tentang penyebaran coronavirus novel COVID-19, di Manila. Filipina, Senin (9/3/2020). (AFP/Maria TAN) *** Local Caption *** A government worker disinfects a high school, amid concerns about the spread of the COVID-19 novel coronavirus, in Manila on March 9, 2020. (Photo by Maria TAN / AFP) 

Singapura sejauh ini mencatat 150 kasus per 8 Maret.

Tim Guangzhou mendasarkan penelitian mereka pada setiap kasus baru coronavirus yang dikonfirmasi di seluruh dunia antara 20 Januari dan 4 Februari.

Itu memperhitungkan lebih dari 400 kota dan wilayah Cina yang terkena dampak selama waktu itu.

Ini kemudian dimodelkan terhadap data meteorologi resmi untuk Januari dari seluruh China dan ibu kota masing-masing negara yang terkena dampak.

"Suhu ... bisa memainkan peran penting dalam kesehatan masyarakat dalam hal pengembangan dan pengendalian epidemi," kata penelitian itu.

Dikatakan juga bahwa iklim mungkin berperan dalam mengapa virus itu menyebar di Wuhan, Cina tempat pertama kali terdeteksi.

Bukan Solusi

Cuaca hangat bukan menjadi solusi yang sangat mudah untuk mengekang penyebaran virus juga ditegaskan dalam sebuah studi terpisah yang diterbitkan pada bulan Februari oleh sekelompok peneliti dari Harvard T.H. Sekolah Kesehatan Masyarakat Chan, tetapi belum ditinjau.

Ia menemukan bahwa transmisi berkelanjutan dari coronavirus dan pertumbuhan yang cepat dalam infeksi dimungkinkan dalam berbagai kondisi kelembaban.

"Peningkatan suhu dan kelembaban saat bulan-bulan musim semi dan musim panas tiba di belahan bumi utara, tidak akan selalu mengarah pada penurunan jumlah kasus tanpa implementasi intervensi kesehatan masyarakat yang luas".

Banyak pemerintah dan otoritas kesehatan mengatakan virus corona dapat kehilangan sebagian potensinya ketika cuaca mulai menghangat.

Jumlah Pasien

Update virus corona (Covid-19) per 9 maret 2020 telah menjangkit 108 negara dengan angka kasus konfirmasi 110.041, meninggal 3.825, dan 62.053 sembuh.

Angka ini berdasarkan data real time yang diinformasikan laman Johns Hopkins CSSE, Senin (9/3/2020) pukul 14.33 WIB.

Sementara total kasus di tempat pertama kali virus ini ditemukan, Hunbei, China, 67.743 terkonfirmasi, 3.007 kematian, dan 46.451 sembuh.

Juru bicara (jubir) pemerintah untuk penanganan virus corona (Covid-19) Achmad Yurianto di Kantor Presiden, Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (9/3/2020).
Juru bicara (jubir) pemerintah untuk penanganan virus corona (Covid-19) Achmad Yurianto di Kantor Presiden, Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (9/3/2020). (Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com)
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved