Bukan Lagi Penyakit Musiman yang Sepele, 1 Miliar Kasus Flu Terjadi di Dunia, Vaksinasi Penting
Influenza tidak bisa lagi disepelekan dan dianggap penyakit musiman ringan, kini tidak. Vaksin sagat diperlukan untuk perlindungan.
Ringkasan Berita:
- Influenza tidak bisa lagi disepelekan dan dianggap penyakit musiman ringan, kini tidak.
- Data WHO, pada 2025 mencatat, sekitar 1 miliar kasus influenza terjadi setiap tahun di seluruh dunia dengan sekitar 3 hingga 5 juta kasus tergolong berat.
- Pencegahan influenza melalui vaksin semakin mendesak, termasuk di Indonesia.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Influenza tidak bisa lagi disepelekan karena kini dalam perkembangannya penyakit ini sudah meningkat menjadi ancaman yang tak bisa dianggap enteng.
Jika dulu influenza dianggap penyakit musiman ringan kini terbukti menjadi ancaman serius.
Baca juga: Kemenkes: Stok Vaksin Campak Dewasa Tersedia Cukup di Seluruh Indonesia
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2025 mencatat, sekitar 1 miliar kasus influenza terjadi setiap tahun di seluruh dunia dengan sekitar 3 hingga 5 juta kasus tergolong berat.
Kondisi ini menandakan kebutuhan akan perlindungan yang lebih optimal terhadap pencegahan influenza semakin mendesak, termasuk di Indonesia.
Vaksinasi, Upaya Perlindungan yang Terbukti
Berbagai studi menunjukkan vaksinasi influenza mampu menurunkan risiko rawat inap akibat komplikasi hingga 40–60 persen, terutama pada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis.
Upaya perlindungan melalui vaksin masih sangat diperlukan.
Kepala BPOM RI Prof. Taruna Ikrar menegaskan komitmen BPOM dalam mendukung upaya pencegahan penyakit flu di Indonesia dengan menyetujui terbitnya izin edar vaksin influenza dengan memastikan vaksin yang beredar memenuhi standar mutu, keamanan, dan khasiat melalui proses evaluasi yang ketat dan tepat waktu.
perluasan vaksin untuk melindungi individu yang terserang flu menjadi lebih berat.
Baca juga: Gejalanya Mirip Flu, Batuk dan Pilek Lalu Ruam, Dokter Ingatkan Campak Mudah Menular Lewat Udara
“BPOM mendukung percepatan akses masyarakat terhadap produk kesehatan yang dibutuhkan, termasuk vaksin, melalui proses registrasi yang transparan, akuntabel, dan berbasis sains. Sinergi dengan industri farmasi menjadi kunci dalam memastikan ketersediaan produk yang aman dan berkualitas,” ujar Prof. Taruna, di Jakarta, Selasa, 14 April 2026.
Prof. Raymond Tjandrawinata, Business Development and Scientific Affairs Director PT Dexa Medica, menekankan: dengan vaksinasi yang tepat, kita dapat menurunkan angka kejadian, komplikasi, hingga beban sistem kesehatan secara keseluruhan.”
“Influenza seringkali dianggap ringan, namun dampaknya dapat signifikan, terutama bagi lansia, anak-anak, serta individu dengan penyakit kronis. Dengan vaksinasi yang tepat, kita dapat menurunkan angka kejadian, komplikasi, hingga beban sistem kesehatan secara keseluruhan terlebih menurut data WHO angka kematian terkait gangguan pernapasan mencapai sekitar 290.000 hingga 650.000 kasus setiap tahunnya,” jelasnya.
Penularan influenza terjadi melalui droplet saat batuk atau bersin, serta kontak dengan benda yang terkontaminasi. Penyakit ini ditandai dengan gejala yang muncul mendadak seperti demam, batuk kering, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta kelelahan dengan tingkat keparahan bervariasi.
Pada individu sehat, influenza umumnya dapat pulih dengan terapi suportif, istirahat, dan perbaikan nutrisi. Namun, pada kelompok berisiko tinggi seperti anakanak, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronis, infeksi dapat berkembang menjadi lebih berat dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-flu-dan-pilek-dsg.jpg)