Breaking News:

Penularan HIV/AIDS Dari Ibu Ke Anak Sangat Bisa Dicegah, Begini Caranya

Anak-anak juga memiliki potensi risiko terjangkit infeksi human immunodeficiency virus atau HIV penyebab AIDS

TRIBUN/DANY PERMANA
Aktivis Indonesia AIDS Coalition (IAC) Ferry menunjukan obat HIV/AIDS saat melakukan sesi wawancara dengan Tribunnews, di Jakarta, Kamis (28/11/2019). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Anak-anak juga memiliki potensi risiko terjangkit infeksi human immunodeficiency virus atau HIV penyebab AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) yang menyerang sistem kekebalan tubuh.

Risiko anak terjangkit HIV ini bisa terjadi dari ibu yang positif terjangkit HIV sehingga melakukan penularan vertikal dari ibu ke janin di dalam kandungan.

Sekretaris Satgas HIV Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Endah Citraresmi, Sp.A(K) menekankan potensi penularan ibu ke janin ini sangat teramat mungkin dicegah.

"Sangat mungkin kita melakukan oencegahan supaya anak-anak ini tidak terinfeksi," ungkap saat live bersama IDAI, Selasa (16/6/2020).

Cara pencegahannya adalah dengan kepatuhan ibu meminum obat anti-retroviral (ARV) yakni obat khusus untuk orang dengan dengan HIV/AIDS.

Baca: Lebih Dahsyat dari Ebola-HIV, Virus Corona Jadi Mimpi Buruk Pakar Penyakit Menular AS

Baca: Tak Terima Difitnah Gila oleh Karen Pooroe, Arya Satria Bawa Bukti Ini ke Polisi

Sebanyak empat bayi pengidap HIV/AIDS diserahkan ke Yayasan Lentera Solo di Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Kamis (19/12/2019).
Sebanyak empat bayi pengidap HIV/AIDS diserahkan ke Yayasan Lentera Solo di Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Kamis (19/12/2019). (istimewa)

Asal ibu yang positif rajin minum obat maka obat yang dikonsumsi akan menurunkan kadar virus dalam tubuh bahkan bisa sampai tidak terdeteksi.

"Pemberian ARV pada ibu hamil sangat bisa menurunkan kadar virus pada ibu jadi sangat rendah bahkan bisa tidak terdeteksi sehingga penularan pada anak jadi sangat minimal," kata dr. Endah.

Dr. Endah menyebutkan minimal dalam tiga bulan ARV dikonsumsi rutin maka kadar virus HIV dalam tubuh ibu bisa sangat menurun.

Oleh sebab itu sangat disarankan sebelum program hamil melakukan pemeriksaan HIV terlebih dulu sehingga kalau positif HIV bisa dilakukan pencegahan secepatnya.

"Patokannya minimal tiga bulan sudah mengonsumsi ARV jadi sedini mungkin, maka penularan pada anak sangat rendah. Itulah mengapa target kita adalah semua ibu hamil harus sudah bisa diketahui HIV-nya," ucap dr. Endah.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved