Selasa, 19 Mei 2026

Mengenal Moebius Syndrome, Sindrom Langka yang Berpengaruh pada Ekspresi Wajah

Moebius Syndrome atau Sindrom Moebius adalah sebutan bagi orang yang hanya memiliki satu ekspresi wajah.

Tayang:
parents.com
Ilustrasi bayi baru lahir. 

Gejala yang Sering Terjadi

Berikut gejala yang sering dialami oleh pengidap Sindrom Moebius, seperti dilansir facialpalsy.

  • Kurangnya ekspresi wajah, misalnya ketidakmampuan untuk tersenyum atau cemberut.
  • Tidak adanya kedipan menyebabkan mata kering dan teriritasi.
  • Tidak adanya gerakan mata lateral, karena gerakan ini dikendalikan oleh saraf kranial VI. (Mata tidak bergerak dari sisi ke sisi, dan orang itu malah memalingkan kepala).
  • Strabismus (mata tidak selaras satu sama lain).
  • Ketidakmampuan untuk menyipitkan mata.
  • Ketidakmampuan untuk mengisap: ini bisa menjadi indikasi awal saat menyusui bayi dengan sindrom Moebius.
  • Kesulitan menjaga kepala agar tidak tertelan.
  • Air liur berlebihan.
  • Atap mulut mungkin tinggi dan melengkung dengan lubang abnormal (langit-langit sumbing submukosa).
  • Lidah pendek atau berbentuk tidak biasa.
  • Dagu kecil (mikrognatia).
  • Mulut kecil (mikrostomia).
  • Gigi yang hilang dan tidak selaras.
  • Gangguan pendengaran (dimana saraf kranial VIII dipengaruhi).
  • Nada otot rendah (hipotonia).
  • Kelainan tulang pada lengan, tungkai, tangan dan kaki.

 (Tribunnews.com/Tio)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved