Breaking News:

Virus Corona

Penularan Virus Covid-19 Makin Menjadi-jadi, 37 Negara Laporkan Lonjakan Kasus Baru

WHO menyatakan, dunia tidak akan bisa kembali seperti normal lama karena pandemi ini telah mengubah bagaimana cara menjalani hidup.

AFP/HECTOR RETAMAL
Staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan. 

Laporan Reporter Dina Mirayanti Hutauruk 

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK -  Infeksi Covid-19 di berbagai negara di dunia kembali mengalami peningkatan. Harapan agar ekonomi dunia cepat pulih tampaknya bakal sulit terealisasi.

Hampir 40 negara melaporkan terjadi rekor peningkatan kasus positif terinfeksi virus tersebut dalam satu hari sepekan terakhir. Angkanya dua kali lipat dari minggu sebelumnya.

Banyak negara yang sudah melakukan pelonggaran kebijakan lockdown mulai menghadapi gelombang kedua kasus Covid-19. Itu hanya berselang satu bulan lebih setelah melewati puncak pertama.

Korea Utara yang selama ini mengklaim bebas virus Covid-19 bahkan akhirnya mengambil kebijakan lockdown setelah ditemukan kasus pertama kasus positif pertama virus tersebut.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memberlakukan lockdown di Kota Kaesong yang berada di dekat perbatasan dengan Korea Selatan karena virus diduga dibawa oleh pembelot yang melintasi perbatasan secara ilegal dari Korea Selatan.

Baca: Virus Corona Infeksi Warga Korea Utara, Kim Jong Un Nyatakan Negara dalam Keadaan Darurat

Peningkatan kasus Covid-19 tidak hanya terjadi di negara-negara seperti Amerika Serikat, Brasil, dan India, yang telah mendominasi berita utama global sebagai negara dengan kasus terbesar.

Australia, Jepang, Hong Kong, Bolivia, Sudan, Ethiopia, Bulgaria, Belgia, Uzbekistan, Israel dan banyak negara lain juga mengalami peningkatan.

Baca: Kriteria Biaya Pengobatan Corona yang Bisa Diklaim Keluarga Pasien Covid-19

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, dunia tidak akan bisa kembali seperti normal lama karena pandemi ini telah mengubah bagaimana cara menjalani hidup.

"Kami meminta semua orang dalam melakukan keputusan bepergian kemana dan dengan siapa sebagai keputusan hidup dan mati," katanya dikutip Reuters, Minggu (26/7/2020).

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved