Breaking News:

Gejala Asam Lambung Bisa Lebih Buruk di Malam Hari, Posisi Tidur Tertentu Dapat Mencegahnya

Penyakit asam lambung yang sering kambuh dan dibiarkan dalam waktu lama, dapat berubah menjadi penyakit kronis.

Chart Attack
Ilustrasi baju tidur nyaman bikin nyenyak 

TRIBUNNEWS.COM - Penyakit asam lambung yang sering kambuh dan dibiarkan dalam waktu lama, dapat berubah menjadi penyakit kronis. Biasanya disebut gastroesophageal reflux disease (GERD).

Dan gejala asam lambung bisa lebih buruk di malam hari. Kenapa?

Pada siang hari, di mana posisi tubuh lebih banyak tegak, gravitasi akan membantu mengembalikan asam lambung yang naik melewati LES kembali ke dalam perut lebih cepat.

Baca: Penyebab Asam Lambung Naik, Kebiasaan Berbaring Setelah Makan Jadi Satu di Antara Pemicunya

Namun, lain halnya ketika tidur di malam hari. Pada posisi berbaring, air liur menjadi lebih sedikit dan proses menelan juga melambat sehingga membuat kembalinya refluks ke perut menjadi lebih sulit.

Anatomi dan gravitasi memainkan peran penting dalam frekuensi, panjang, dan keparahan gejala refluks.

Ilustrasi mulas karena Asam Lambung (pixabay/derneuemann)
Ilustrasi mulas karena Asam Lambung (pixabay/derneuemann) (pixabay/derneuemann)

Oleh karena itu, dengan mempelajari posisi tidur yang baik bagi penderita asam lambung naik, refluks asam lambung dapat dicegah, khususnya yang terjadi di malam hari.

Posisi tidur yang baik bagi penderita asam lambung dan GERD

Posisi tidur yang baik dapat mencegah naiknya asam lambung ke kerongkongan sekaligus melindungi tubuh dari efek berbahaya refluks asam lambung berkepanjangan.

 
1. Posisi tidur miring ke sisi kiri tubuh

Karena posisi lambung berada di sebelah kiri, ketika kita tidur miring ke sebelah kiri, posisi LES akan berada lebih tinggi sehingga dapat mempersulit refluks asam lambung.

Halaman
123
Editor: Willem Jonata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved