Breaking News:

Aduh, Varian Baru Virus Corona Bisa Ganggu Akurasi PCR

Bambang PS Brodjonegoro mengatakan varian baru virus corona yang ditemukan di Inggris wajib diwaspadai.

ist
Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro saat menjadi pembicara kunci di webinar kuliah umum bertajuk Riset dan Inovasi Selama Masa New Normal, Jumat (4/9/2020). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset Nasional (Menristek/BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan varian baru virus corona yang ditemukan di Inggris wajib diwaspadai.

Bambang mengatakan varian baru virus corona dapat menyulitkan untuk dideteksi melalui perangkat PCR.

Menurut Bambang, perangkat PCR hanya melihat Gen Spike (Gen-S). Sedangkan virus corona varian baru ini dapat mengaburkan hasil Gen-S.

"Jadi mesin PCR itu mendeteksi Gen S. Kalau dia mesin PCR diagnostiknya menargetkan Gen S, maka ada gangguan akurasi dengan adanya varian ini," ungkap Bambang yang disiarkan channel Youtube BNPB, Kamis (24/12/2020).

Baca juga: Tindakan Surveilans Kesehatan Dilakukan untuk Antisipasi Munculnya Varian Baru Corona

Menurut Bambang, diperlukan perhatian khusus terhadap kinerja PCR untuk mendeteksi corona varian baru ini.

Baca juga: Menristek: Varian Baru Corona Ditemukan karena Inggris Miliki Pemantauan Molekuler Terbaik di Dunia

Selain itu, Bambang mengatakan dibutuhkan hasil penelitian epidemiologi dan virologi mengenai mutasi virus. Terutama terkait dengan efektivitas penularan virus ini.

"Harus ada studi epidemiologi dan virologi mengenai pengaruh mutasi virus dalam hal efektifitas dan genominitas," tutur Bambang.

Bambang mengungkapkan mutasi virus ini menyerang bagian yang disebut sebagai Receptor Binding Domain (RBD).

Hal ini berbeda, dengan varian corona D614G yang pernah ditemukan sebelumnya. D614G tidak menyerang RBD.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved