Breaking News:

Perlindungan Kesehatan Masyarakat

Cerita Musriyani Lewati Sakit Saraf Kejepit Berkat JKN-KIS

Musriyani (45) menceritakan saat dirinya dosembuhkan dari penyakit saraf kejepit dengan bantuan JKN-KIS.

TANGKAP LAYAR Jamkesnews.com
Musriyani penerima manfaat JKN-KIS 

TRIBUNNEWS.COM - Musriyani (45) menceritakan saat dirinya berhasil membaik dari penyakit saraf kejepit dengan bantuan JKN-KIS.

Musriyani yang merupakan peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas tiga.

Awalnya sakit pinggang yang dianggap biasa oleh Musriyani menjadi parah hingga ia didiagnosa oleh dokter sebagai saraf kejepit.

Keluhan tersebut dialami oleh Musriyani sejak tahun 2015 lalu yang mengurungkan niat untuk pergi ke pelayanan kesehatan hingga sakit yang tidak tertahankan.

Pihaknya menceritakan awal mula ia mengidap saraf kejepit, yaitu ketika sedang beraktivitas sehari-hari di rumahnya tiba-tiba pinggangnya sakit sampai tidak bisa berjalan.

Baca juga: Jaga dan Lindungi si Kecil dengan Program JKN-KIS

Kondisi tersebut membuatnya tidak dapat melanjutkan aktivitasnya hingga dirujuk ke salah satu rumah sakit swasta di Purwokerto.

“Saat itu pinggang saya sakit tidak karuan, kaki kesemutan dan terasa dingin lalu saya diantar anak saya untuk diperiksakan ke salah satu Puskesmas di Purwokerto. Selanjutnya dari Puskesmas saya dirujuk ke rumah sakit untuk pengobatan lebih lanjut, beruntungnya saya sudah memiliki JKN-KIS yang mendampingi pengobatan saya,” kata Musriyani, Sabtu (10/12).

Memasuki tahun kelima, Musriyani menjalani pengobatan rawat jalan dengan kontrol satu bulan sekali di rumah sakit dengan didampingi JKN-KIS.

Ia tak bisa membayangkan berapa biaya perawatan yang habis untuk perawatan saraf kejepitnya bila menjadi pasien umum atau tanpa ditanggung oleh JKN-KIS.

Baca juga: JKN-KIS, Harta Tak Ternilai bagi Khanafi

Baca juga: Pemdes Ponggok Lindungi Rakyat Kecil dengan JKN-KIS

“Karena rutin dikontrol oleh dokter spesialis saraf dan minum obat teratur Alhamdulillah rasa sakitnya tidak bertambah parah dan saya bisa beraktivitas sehari-hari seperti biasa lagi. Peserta JKN-KIS lainnya seperti saya pasti juga merasa beruntung karena kesehatannya ada yang menjamin setiap saat,” tuturnya.

Musriyani menambahkan selama pengobatan saraf kejepitnya, ia menjalani fisioterapi, konsultasi dengan dokter saraf dan mendapat sejumlah obat yang keseluruhan biayanya ditanggung oleh JKN-KIS.

Musriyani pun menuturkan tidak direpotkan dengan surat rujukan dari Puskesmas karena dilayani dengan cepat, dan sesampainya di rumah sakit ia disambut tenaga kesehatan yang ramah hingga serangkaian perawatan kesehatannya berjalan dengan baik.

“Saya berharap rasa sakit yang dapat muncul tiba-tiba ini terus membaik dan JKN-KIS terus dapat melindungi kesehatan saya dan keluarga,” ucapnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved