Breaking News:

Seandainya Anak Penderita Kanker Dinyatakan Positif Covid-19, Ahli Sebut Kemoterapi Harus Ditunda

Tercatat ada 4 pasien kanker ada yang tertular Covid-19 dalam dua bulan terakhir pada tahun 2021.

Bet_Noire
Ilustrasi kanker 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Melakukan perawatan kepada pasien anak penderita kanker, bukanlah sesuatu yang sederhana.

Perlu rentang waktu yang cukup panjang untuk mengenyahkan kanker pada anak.

Ini diulas dalam acara Talkshow Keluarga Sehat di akun Instagram @radiokesehatan oleh dr Timpal Yansen Sihombing, Sp.A. Setidaknya salah saru pengobatan kanker seperti kemoterapi pada pasien kanker anak butuh waktu 3 bulan sampai 2 tahun. 

Maka pengobatan menggunakan metode kemoterapi tidak dapat dilakukan secara sembarangan.

dr Timpal mengatakan Jika kemoterapi tidak dilakukan sesuai sasaran, maka bisa berdampak berbahaya bagi pasien. Belum lagi jika pasien kanker anak tertular virus Covid-19.

Baca juga: Mendeteksi Kanker Mata Sejak Dini Pada Anak, Bagaimana Caranya? Orangtua Wajib Tahu

Dikutip dari Kompas.com, tercatat ada 4 pasien kanker ada yang tertular Covid-19 dalam dua bulan terakhir pada tahun 2021.

dr Timpal mengungkapkan kemoterapi harus dilakukan saat kondisi tubuh anak cukup sehat.

Sebelumnya, dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan apakah anak terkena infeksi atau tidak. 

"Kondisi stimulus anak saat kanker saja sudah tidak optimal, apa lagi kalau sudah terdampak oleh Covid-19. Bila secara klinis menunjukkan gejala Covid-19, maka kemoterapi harus ditunda," katanya, Senin (15/2/2021).

Baca juga: Kenali Gejala Kanker pada Anak Lebih Dini

Penundaan itu dilakukan sampai kondisi tubuh anak sudah cukup baik secara medis. Ini dilakukan untuk mendorong agar stimulus anak agar cepat membaik.

dr Timpal menyarankan beberapa tindakan yang harus dilakukan oleh para orangtua.

Di antaranya yaitu memastikan anak makan secara teratur dan pastikan anak mendapatkan nutrisi yang cukup.

Jangan biarkan anak beraktivitas di luar rumah. Selain itu dr Timpal juga tidak menyarankan kerabat pasien yang berada di luar rumah datang untuk berkunjung. 

"Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kanker pasien anak dapat tertular Covid-19," ucapnya.

Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved