Breaking News:

Covid-19 Belum Usai, Muncul Ebola, Epidemiolog Ingatkan Ancaman Era Pandemi

Saat covid-19 belum berakhir, Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menilai era setelah tahun 2020 merupakan 'era pandemi'.

Tangkapan Layar YouTube Kompas TV
Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saat covid-19 belum berakhir, Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menilai era setelah tahun 2020 merupakan 'era pandemi' pasca kemunculan virus corona (Covid-19).

Ia menjelaskan bahwa akan ada ancaman pandemi selanjutnya yang harus dihadapi dunia, termasuk Indonesia.

Satu diantaranya karena kembali munculnya wabah Ebola di benua Afrika.

"Jadi ya artinya dalam situasi ini, sekali lagi era setelah 2020 ini dianggap sebagai era pandemi ya. Yang artinya semakin sering ancaman pandemi," ujar Dicky, kepada Tribunnews, Senin (15/2/2021) siang.

Baca juga: Wabah Ebola Muncul di Guinea, 3 Orang Meninggal dan 4 Lainnya Jatuh Sakit

Baca juga: Ebola Tak Hanya di Afrika, Wabah Ini Bisa Masuk Ke Semua Negara, Pernah Terjadi di Amerika dan Eropa

Dicky pun menyarankan pemerintah tiap negara untuk memperketat screening pada pintu masuk negara.

Karena khusus untuk wabah Ebola ini, kata dia, penyebarannya relatif lebih cepat meskipun gejalanya juga lebih mudah terdeteksi.

Seorang petugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri (APD) bekerja di pusat perawatan Ebola yang dijalankan oleh organisasi palang merah Prancis di Macenta di Guinea pada tanggal 20 November 2014.
Seorang petugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri (APD) bekerja di pusat perawatan Ebola yang dijalankan oleh organisasi palang merah Prancis di Macenta di Guinea pada tanggal 20 November 2014. (Kenzo TRIBOUILLARD / AFP)

Baca juga: Epidemiolog Sebut Covid-19 Tidak Bisa Berkembang Biak Pada Makanan Beku

"Ya kita harus tetap perketat pintu masuk, walaupun untuk Ebola ini relatif lebih cepat dan mudah dideteksi. karena keparahannya yang lebih tinggi (membuatnya) lebih mudah terdeteksi," kata Dicky.

Ia kemudian menjelaskan bahwa virus ini bisa masuk ke semua negara termasuk Indonesia, karena faktor iklim pun tidak berpengaruh terhadap penularan virus ini.

"Tapi di Indonesia bukan berarti aman dari penyakit yg seperti ini, bisa terjadi," jelas Dicky.

Halaman
123
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved