Breaking News:

Muncul Kasus Flu Burung di Rusia, Epidemiolog: Tak Perlu Panik, Tetap Terapkan 5M dan 3T

Kasus pertama penularan virus Avian Influenza atau flu burung dari unggas langsung ke manusia (H5N8) belum lama ini muncul di wilayah Selatan Rusia.

Tangkapan Layar YouTube Kompas TV
Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Kasus pertama penularan virus Avian Influenza atau flu burung dari unggas langsung ke manusia (H5N8) belum lama ini muncul di wilayah Selatan Rusia.

Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengatakan masyarakat tidak perlu panik perihal kabar tersebut.

Di era pandemi, sejak kemunculan virus corona (Covid-19) pada awal 2020, ia meyakini perilaku hidup baru tentunya terus diterapkan masyarakat.

Perilaku ini yakni menerapkan protokol kesehatan 5 M seperti Mencuci tangan, Memakai masker, Menjaga jarak minimal 2 meter, Membatasi mobilitas dan interaksi serta Menjauhi keramaian.

Selain mengimbau masyarakat untuk tetap berperilaku sehat dan bersih, ia juga memints pemerintah untuk memperkuat pengawasan.

"Untuk masyarakat ya tidak perlu panik, saat ini yg perlu dilakukan tetap melakukan 5 M dan pemerintah terus memperkuat surveillance nya," ujar Dicky, kepada Tribunnews, Senin (22/2/2021).

Baca juga: Lapor Ke WHO, Rusia Temukan Kasus Pertama Flu Burung pada Manusia

Untuk kasus H5N8, Penguatan pengawasan ini menurutnya harus dilakukan tidak hanya pada hewan, namun juga manusia.

Karena terkait kasus yang terjadi di Rusia, virus ini ditularkan pada 7 pekerja yang bekerja di peternakan unggas.

Dicky menambahkan, penguatan strategi Testing, Tracing dan Treatment (3T) pun dianggap menjadi salah satu cara pencegahan penularan maupun penyebaran.

Halaman
1234
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved