Breaking News:

Penanganan Covid

Bio Farma Terima Bibit Vaksin Merah Putih Maret

Bio Farma diharapkan menerima bibit vaksin Merah Putih dari Lembaga Eijkman pada Maret 2021.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pekerja dengan penjagaan petugas kepolisian melakukan bongkar muat Envirotainer berisi vaksin COVID-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (31/12/2020). Sebanyak 1,8 juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac kembali tiba di Indonesia yang selanjutnya dibawa ke Bio Farma Bandung untuk dilakukan uji klinis. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pembuatan vaksin Covid-19 asli Indonesia terus berlangsung. Bio Farma diharapkan menerima bibit vaksin Merah Putih dari Lembaga Eijkman pada Maret 2021.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan informasi terbaru ini dalam paparan vaksin ini yang berlangsung secara daring, Selasa (23/2).

"Kabar terakhir Eijkman akan memberikan seed vaksin kepada Bio Farma sesuai target di kuartal I-2021. jadi pada Maret diharapkan on time," kata Menteri Erick.

Lembaga Eijkman adalah lembaga penelitian biologi molekuler berstatus satuan kerja di bawah naungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

“Kami akan lakukan uji klinis dari vaksin atau seed vaksin yang sudah diberikan oleh Eijkman nantinya," ujar Erick.

Baca juga: Penjelasan Pemerintah Soal Kemungkinan Penggunaan Vaksin Nusantara

Sebelumnya, Bio Farma telah menyatakan siap menerima bibit vaksin dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Menurutnya, jika vaksin ini selesai dan telah melewati tiga tahapan uji klinis, vaksin buatan anak negeri ini akan diproduksi massal.

Baca juga: Lampu Hijau BPOM untuk Vaksin Buatan Bio Farma, Bagaimana Mutunya?

“Kalau semuanya berjalan lancar kita bisa memproduksi sendiri vaksin merah putih di Kuartal I 2022," ujar Erick Thohir.

"Jadi kalau kita lihat tadi vaksin di 2021 sudah secure, kita sekarang pemerintah juga tengah memikirkan pengadaan vaksin di 2022 bisa dijalankan dengan penemuan vaksin merah putih,” kata Erick.

Ia menegaskan, Pemerintah melalui pihaknya, sangat serius dalam pengadaan vaksin untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Jika target ini berjalan sesuai rencana, pemerintah tak perlu banyak mengimpor vaksin Covid-19 di 2022. Pemerintah telah mengamankan 344 juta vaksin Covid-19 dari luar negeri tahun ini.

“Kalau vaksin merah putihnya bisa ditemukan lebih awal, tentu pengadaannya tidak sebanyak tahun ini,” katanya. (Tribun Network/kps/Bambang Ismoyo)

Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved