Angka Penderita Kanker di Indonesia Terus Naik, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini
Kepala Tim Tata Kelola Pengembangan, Pelayanan dan Pengampuan Kanker Terpadu RSCM mengatakan kenaikan kasus kanker terjadi secara global
Ringkasan Berita:
- Secara global, jumlah penderita kanker mencapai sekitar 20 juta kasus, dengan angka kematian sekitar 10 juta.
- Di Indonesia diperkirakan terdapat sekitar 400 ribu kasus baru kanker setiap tahun, dengan angka kematian sekitar 250 ribu
- Semakin panjang usia seseorang, semakin besar pula risiko terkena kanker
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kepala Tim Tata Kelola Pengembangan, Pelayanan dan Pengampuan Kanker Terpadu RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM), Prof Dr dr Soehartati A Gondhowiardjo Sp Onk Rad(K), mengatakan kenaikan kasus kanker terjadi secara global, termasuk di Indonesia.
Data global menunjukkan tren yang semakin mengkhawatirkan, kasus terus meningkat dan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Apakah kanker semakin dekat dengan kita. Susah mengatakan tidak, karena kita lihat di berbagai belahan dunia itu angka kanker meningkat,” ujar Soehartati dalam talkshow virtual Kanker di Era Digital: Antara Literasi, Mitos, dan Harapan dalam acara HUT ke-23 CISC, Sabtu (2/5/2026).
Sebagai gambaran, ia menyebut bila dirata-rata secara global, setiap dua detik orang meninggal karena kanker.
“Dibilang setiap satu detik ada satu pasien kanker di dunia, setiap dua detik orang meninggal karena kanker di dunia,” ujarnya.
Secara global, jumlah penderita kanker mencapai sekitar 20 juta kasus, dengan angka kematian sekitar 10 juta.
Baca juga: Metode Deteksi Dini Kanker Terbaru Ada di Indonesia, Pemeriksaan Melalui Sampel Darah
Sementara di Indonesia, situasinya juga tidak kalah serius.
Diperkirakan terdapat sekitar 400 ribu kasus baru kanker setiap tahun, dengan angka kematian sekitar 250 ribu.
Bahkan, jika dihitung harian, sekitar 1.119 kasus kanker sebenarnya bisa terdiagnosis setiap hari, meski banyak yang tidak terdeteksi.
“Angkanya masih meningkat terus. Kalau kita diam-diam saja dan kalau literasi tidak diperbaiki,” ujar Soehartati.
Faktor Peningkatan Penderita Kanker
Menurutnya, ada beberapa faktor yang membuat tren kanker terus naik. Salah satunya adalah meningkatnya usia harapan hidup.
Semakin panjang usia seseorang, semakin besar pula risiko terkena kanker.
Baca juga: Memprihatinkan, Makin Banyak Perempuan Bukan Perokok Aktif Jadi Korban Kanker Paru
“Semakin tua itu, populasi kankernya semakin besar loh,” ujarnya.
Selain itu, faktor risiko seperti merokok, pola makan, hingga gaya hidup juga ikut berperan besar.
Namun yang sering luput disadari, sebagian besar kanker sebenarnya bisa dicegah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kampanye-Peringatan-Hari-Kanker-Sedunia_20260201_151211.jpg)