Breaking News:

Freedom to Move

Mudahnya Tetap Aktif Berolahraga saat Puasa, Ini Rahasianya!

Berhubung bulan Ramadan sudah menanti di pelupuk mata, berikut lima tips agar kamu tetap bisa berolahraga tanpa takut loyo selama menjalankan puasa!

BizzInsight
Shutterstock
Ilustrasi melakukan olahraga outdoor. 

TRIBUNNEWS.COM - Menjalankan ibadah puasa bukan alasan untuk kamu jadi mager dan doyan rebahan, apalagi sampai “puasa berolahraga”.

Tetap menjaga aktivitas fisik saat puasa justru bisa bikin bodi lebih segar dan bugar, lho! Bahkan, Melansir Khaleej Times, pakar kesehatan dr. Javaid Shah mengatakan olahraga selama bulan puasa dapat meningkatkan metabolisme untuk membakar lemak.

Tak cukup sampai di situ, mengutip Halodoc, berolahraga saat berpuasa juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin yang dapat mencegah diabetes serta membantu menurunkan berat badan.

Nah, berhubung bulan Ramadan sudah menanti di pelupuk mata, berikut lima tips agar kamu tetap bisa berolahraga tanpa takut loyo selama menjalankan puasa!

Kenali waktu yang tepat untuk berolahraga

Melansir Kompas, dr. Saptawati Bardosono menyarankan olahraga sebaiknya dilakukan 30-60 menit menjelang waktu berbuka. Mengapa?

Ini karena usai beraktivitas fisik, kamu bisa langsung mengganti cairan yang hilang. Ketika berolahraga saat puasa, energi yang defisit tentu lebih banyak. Dengan begitu, energi yang menurun dapat segera tergantikan dengan makanan.

Bila jarak waktu penggantian cairan dan energi terlalu jauh, maka hal ini dapat memicu beragam gangguan kesehatan, seperti penurunan fokus, dehidrasi, tubuh lemas, hingga pingsan.

Perhatikan frekuensi sesuai kemampuan tubuh

Agar tubuh dapat tetap beraktivitas dengan prima, dr Michael Triangto, Sp.KO menyarankan agar olahraga selama bulan puasa dilakukan cukup 150 menit per minggu.

“Berapa lama frekuensinya? Banyaknya 3-5 kali seminggu, dengan total 150 menit. Kalau olahraga tiga kali dalam seminggu, berarti masing-masing 50 menit. Kalau 5 kali seminggu, masing-masing 30 menit,” kata Michael, dikutip dari Kompas.com

Tapi, patut dicatat: kemampuan tubuh setiap orang tentu berbeda. Kamu harus bisa mengenali batas kemampuan tubuh sendiri. Jangan memaksakan diri ya! Kamu bisa melakukannya secara bertahap sebelum mencapai waktu yang disarankan di atas.

Pilih jenis olahraga

Untuk memelihara kebugaran dan kesehatan selama berpuasa, kamu dapat memilih jenis olahraga dengan intensitas ringan atau menengah.

Melansir Khaleej Times, beberapa pakar menyarankan agar kamu menghindari olahraga intensitas tinggi, khususnya jika kamu belum berbuka puasa.

Pakar menyarankan beragam olahraga intensitas ringan, seperti jalan cepat, jogging santai, bersepeda, yoga, hingga pilates. Jika berolahraga di pusat kebugaran, pilih berlari di treadmill.

Ilustrasi ibu berusia di atas 50 tahun sedan berolahraga
Ilustrasi ibu berusia di atas 50 tahun sedan berolahraga.

Penuhi cairan dan asupan sehat

Menjaga cairan tubuh adalah hal yang tak boleh dilewatkan saat puasa. Kebutuhan cairan 1,5-2 liter air per hari harus tetap dipenuhi jika kamu ingin tetap aktif berkeringat di bulan puasa.

Menjaga asupan nutrisi juga harus dinomorsatukan. Melansir BBC, dokter dari National Health Service dari Inggris, dr. Ranj Singh, menyarankan untuk menjaga asupan makanan yang seimbang saat berpuasa, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, sayuran dan buah-buahan.

Ia juga menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang dapat menyimpan cadangan energi dalam waktu yang lebih lama, seperti gandum, oats, dan makanan tinggi serat. Jauhi juga makanan yang tinggi gula dan gorengan.

Protein, kalsium, dan vitamin D berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang, sendi, dan otot. Semua bisa didapati dari makanan  dan minuman sehari-hari seperti daging ayam dan telur untuk protein tinggi, atau tahu dan segelas susu yang merupakan sumber kalsium dan vitamin D.

Hindari konsumsi alkohol, merokok, atau terlalu banyak minum kopi dan soda agar penyerapan kalsium dan pembentukan tulang baru berlangsung optimal dalam tubuh.

Anlene sebagai ahli nutrisi tulang berkomitmen untuk mendukung kesehatan masyarakat Indonesia mencapai salah satu pilar utama dari “Sehat, Aktif dan Bahagia” untuk mendapatkan kualitas hidup lebih baik.

Salah satunya dengan menyediakan nutrisi susu berkualitas tinggi melalui Anlene Actifit dan Anlene Gold Plus yang diformulasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia demi kesejahteraan dan kesehatan tulang, sendi dan otot dan mendapatkan kesehatan secara menyeluruh.

Anlene Actifit mengandung tinggi kalsium, kolagen, vitamin C, protein, vitamin ABDE, magnesium, dan zat besi. Kombinasi nutrisi tersebut cocok sekali untuk menjaga kesehatan tulang, sendi, dan otot, sehingga kamu bisa lebih leluasa beraktivitas.

Sedangkan Anlene Gold Plus mengandung nutrisi tambahan berupa sumber kalium, serat tinggi, dan tanpa gula tambahan untuk menjaga tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah.

Kini, kamu tahu bagaimana cara untuk tetap bebas berkegiatan fisik meski sedang berpuasa. Terlebih, Anlene mengandung nutrisi penting untuk tulang, sendi, dan otot agar dapat terus aktif sepanjang hari. Selain itu, nutrisi Anlene juga dapat bantu menjaga imunitas tubuhmu selama puasa di tengah pandemi.

Ingat, menjalankan ibadah puasa bukan berarti kita boleh bermalas-malasan. Apalagi, tubuh yang sehat juga merupakan anugerah yang perlu dijaga agar dapat mendukung ibadahmu tetap lancar dan dapat menikmati setiap momen berkumpul bareng keluarga di bulan suci ini.

Yuk, tetap rutin beraktivitas fisik minimal 30 menit per hari dan menjaga asupan sehat selama puasa. Kesehatan adalah hadiah yang tak ternilai harganya, jaga kesehatan alat gerak kamu dan keluarga agar terus bergerak aktif kini dan nanti dengan konsumsi Anlene 2X sehari!

Penulis: Bardjan | Editor: Firda Fitri Yanda

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved