Santap Makanan Pedas Ada Batasnya, Ini Tanda Bahwa Anda Harus Berhenti
Makanan pedas merupakan satu jenis makanan paling digemari orang Indonesia. Bagi mereka, makan tambah nikmat apabila disertai sambal.
Posisi tubuh berbaring dapat memudahkan asam di perut Anda mengalir kembali dan membakar lapisan esofagus Anda.
Oleh karena itu, rasa tidak nyaman akibat heartburn bisa membuat Anda sulit tidur.
Untuk menghindari keluhan ini, sebaiknya Anda tidak makan makanan pedas terlalu malam atau dekat dengan waktu tidur.
6. Mengalami sakit tenggorokan atau kehilangan suara
Makan makanan pedas dapat menyebabkan pita suara Anda terangsang, membuat Anda bersuara serak.
Selain mengiritasi tenggorokan Anda, makanan pedas bahkan bisa lebih merusak dengan refluks asam lambung sebaiknya pemicunya.
7. Kehilangan nafsu makan
Beberapa penelitian menemukan bahwa makanan pedas dapat mengekang nafsu makan.
Penelitian telah menunjukkan bahwa orang merasa lebih puas setelah makan makanan pedas dan panas, serta mengonsumsi lebih sedikit lemak.
Meskipun menahan nafsu makan tampaknya merupakan cara mudah untuk menurunkan berat badan, tidak disarankan bagi Anda untuk makan makanan pedas setiap hari.
Jika Anda melakukannya secara berlebihan, kehilangan nafsu makan bisa menjadi masalah yang jauh lebih serius.
8. Memiliki tanda-tanda gastritis akut
Gastritis terjadi ketika lapisan perut Anda meradang dan bisa disebabkan oleh makan makanan pedas. Kebanyakan orang mengalami gastritis akut, yang berarti datangnya tiba-tiba dan bersifat sementara.
Gejala gastritis akut bisa berupa:
- Mual
- Muntah
- Perasaan kenyang atau kepenuhan di perut bagian atas setelah makan
Untuk menghindari kerusakan pada perut Anda, cobalah untuk mengurangi jumlah makanan pedas yang Anda makan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-makanan-pedas.jpg)