Rabu, 22 April 2026

Virus Corona

Pasien Diabetes, Kanker dan Ginjal Rawan Terinfeksi Jamur Hitam

Konsultan senior Endokrinologi Rumah Sakit Fortis di India, Dr Sweta Budyal menjelaskan bahwa mucormycosis kerap menginfeksi sinus, otak dan paru-paru

CDC / DR LUCILLE GEORG / BSIP / BSIP via AFP
ILUSTRASI Infeksi Jamur - Fotomikrograf memperlihatkan sporangium dewasa dari jamur Mucor sp. Mucor sp adalah jamur dalam ruangan yang umum, dan merupakan salah satu jamur penyebab kelompok infeksi yang dikenal sebagai zygomycosis.Pasien Diabetes, Kanker dan Ginjal Rawan Terinfeksi Jamur Hitam 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, NEW DELHI- Pembahasan mengenai infeksi jamur hitam atau black fungus terjadi bersamaan dengan perbincangan terkait virus corona (Covid-19) yang semakin mengkhawatirkan di India.

Infeksi jamur hitam yang juga dikenal sebagai 'mucormycosis', saat ini memang tengah membuat penasaran banyak orang.

Perlu diketahui, ini merupakan jenis infeksi jamur langka yang biasanya hanya terjadi pada 1 dari 10.000.000 orang.

Namun tingkat kematian yang disebabkan infeksi ini secara keseluruhan mencapai 50 persen.

Dikutip dari laman The Indian Express, Jumat (21/5/2021), penyakit ini sering ditandai dengan hifa yang tumbuh di dalam dan sekitar pembuluh darah, serta berpotensi mengancam nyawa pada penderita diabetes atau penderita immunocompromised (kelainan imunitas bawaan).

Konsultan senior Endokrinologi Rumah Sakit Fortis di India, Dr Sweta Budyal menjelaskan bahwa mucormycosis kerap menginfeksi sinus, otak dan paru-paru.

Baca juga: 2 Negara Bagian India Deklarasikan Infeksi Jamur Hitam sebagai Epidemi

Baca juga: Sejumlah Pasien Covid-19 di India Terinfeksi Jamur Hitam, Dapat Mengakibatkan Kebutaan

"Sementara itu, infeksi pada rongga mulut atau otak adalah bentuk mucormycosis yang paling umum. Jamur juga dapat menginfeksi area lain di tubuh seperti saluran pencernaan, kulit, dan sistem organ lainnya," kata Dr Budyal.

Menurutnya, infeksi mucormycosis harus diwaspadai jika seseorang merasakan beberapa gejala berikut ini, meliputi :

- Sinusitis yakni hidung tersumbat atau keluarnya cairan dari dalam hidung berwarna kehitaman dan berdarah

- Nyeri sekitar area tulang pipi yang ditandai nyeri pada satu sisi wajah, mati rasa atau mengalami pembengkakan

- Perubahan warna kehitaman pada pangkal atau langit-langit hidung

- Melonggarnya gigi yang ditandai dengan rahang yang goyang

- Penglihatan kabur disertai rasa nyeri

- Trombosis, lesi kulit nekrotik

- Nyeri dada, efusi pleura, ditandai dengan gejala pernapasan yang memburuk

"Orang-orang dalam keadaan kekebalan tubuh yang ekstrem cenderung tertular infeksi ini. Ahli diabetes di seluruh India tengah meningkatkan kewaspadaan terhadap peningkatan prevalensi mucormycosis selama pandemi Covid-19. Mereka mendesak orang-orang untuk mengendalikan kadar gula untuk mengurangi risiko terkena penyakit ini," tegas Dr Budyal.

Yang lebih mengkhawatirkan, kata dia, penggunaan steroid untuk mengobati pasien Covid-19 tertentu, berisiko meningkatkan kadar gula.

"Ditambah dengan kurangnya aktivitas fisik membuat penderita diabetes berisiko lebih tinggi terkena infeksi jamur hitam," jelas Dr Budyal.

Ia memang mengakui bahwa steroid dapat mengurangi peradangan yang terjadi di paru-paru pasien akibat terinfeksi Covid-19 dan tampaknya membantu menekan beberapa kerusakan yang bisa saja terjadi saat sistem kekebalan tubuh melakukan perlawanan terhadap virus tersebut.

Namun pada saat yang sama, steroid juga memiliki dampak lainnya yakni dapat mengurangi kekebalan dan meningkatkan kadar gula darah pada penderita diabetes dan pasien Covid-19 non-diabetes.

"Bagi penderita diabetes, ini tentu saja dapat mengancam nyawa. Seseorang yang terkena mucormycosis mungkin memerlukan deteksi dini dan diagnosis yang kuat untuk pengobatan, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi organ lain seperti ginjal. maka tindakan pencegahan sangatlah penting," papar Dr Budyal.

Dr Budyal kemudian menegaskan bahwa salah satu cara untuk membendung lonjakan infeksi jamur adalah memastikan pemberian dosis steroid dengan durasi yang tepat pada pasien Covid-19, baik dalam pengobatan maupun setelah pemulihan.

Selain itu, penting juga bagi penderita diabetes, kanker, penyakit ginjal dan hati, serta pasien transplantasi organ, untuk rutin memeriksa kadar glukosa mereka dari waktu ke waktu.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved