Jumat, 1 Mei 2026

Ibadah Haji 2026

INFO HAJI, Suhu Tanah Suci 39 Derajat Celsius, Jemaah Diimbau Minum 2 Teguk Setiap 10 Menit

Kondisi cuaca di Arab Saudi selama musim haji 2026 diperkirakan tetap panas dengan tingkat kelembapan rendah menimbulkan masalah kesehatan.

Tayang:
Tribunnews.com/Husein Sanusi
CUACA EKSTREM MAKKAH - Sejumlah jemaah haji bersiap untuk melaksanakan ibadah Salat Jumat di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat (26/7/2019), saat cuaca ekstrem suhu 48 derajat celsius. Terkini, pada musim haji 2025, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengimbau jemaah untuk tidak memaksakan diri dalam beribadah, terutama menjelang fase pemulangan ke Tanah Air. 

 

Ringkasan Berita:
  • Kondisi cuaca di Arab Saudi selama musim haji 2026 diperkirakan tetap panas dengan tingkat kelembapan rendah.
  • Cuaca seperti ini berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi jemaah.
  • Dehidrasi dikahawatirkan terjadi,jemaah haji diminta menjaga pola minum.

 

 

 

TRIBUNNEWS.COM, MADINAH — Kondisi cuaca di Arab Saudi selama musim haji 2026 diperkirakan tetap panas dengan tingkat kelembapan rendah sehingga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi jemaah. 

Dalam pengamatannya, suhu siang hari di Makkah mencapai sekitar 39 derajat Celsius, sementara di Madinah berkisar 38 derajat Celsius.

Baca juga: Kabar Terkini di Arab Saudi Jelang Musim Haji, Akses Jeddah-Makkah Dijaga Ketat: No Permit No Haji

Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKPPJH)---tim khusus dalam struktur Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang bertugas sebagai garda terdepan memberikan pelayanan medis darurat, di Arab --mengingatkan pentingnya kesiapan fisik dan kebiasaan sederhana untuk mencegah risiko tersebut.

Tenaga kesehatan dari Tim PKPPJH Sektor 1 Daerah Kerja Bandara, dr M Fathi Banna Al Faruqi, menjelaskan, suhu di wilayah Makkah dan Madinah menjelang musim haji sudah berada pada kisaran tinggi. 

Meski belum mencapai puncak musim panas, kondisi tersebut dinilai tetap lebih ekstrem dibandingkan suhu di Indonesia. 

Selain panas, karakter udara yang kering menjadi faktor tambahan yang dapat mempercepat penguapan cairan tubuh.

“Perbedaan suhu dan kelembapan ini perlu diantisipasi, karena udara kering membuat cairan tubuh lebih cepat menguap dan berisiko menimbulkan gangguan kesehatan,” ujarnya.

Dehidrasi yang Tak Disadari Berbahaya

Ilustrasi Dehidrasi
Ilustrasi Dehidrasi (sonashomehealth.com)

Ia menjelaskan, dampak paling awal yang umum dialami jemaah adalah dehidrasi ringan. 

Kondisi ini sering kali tidak disadari karena keringat langsung menguap tanpa terasa. 

Salah satu tanda awal yang kerap muncul adalah bibir kering dan pecah-pecah.

Baca juga: INFO TANAH SUCI, Jemaah Haji Indonesia Bakal Menginap di 118 Hotel di Madinah, Setara Bintang Tiga

Jika tidak ditangani, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi luka terbuka yang berisiko terinfeksi. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved