Breaking News:

Benarkah Tidur Dapat Pengaruhi Kesehatan Kulit? Begini Penjelasan Dokter

Menurut dr dr Andi Nina Malarangeng, SpOG, tubuh memang seringkali lemas dan muka kurang fresh saat kekurangan jam tidur.

Shutterstock
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sudah saatnya mengurangi jam begadang di malam hari. Kurangnya jam tidur dapat menganggu kesehatan tubuh.

Tidak hanya itu, jadwal tidur yang berantakan bisa mengganggu kecantikan kulit.

Pada dunia kesehatan, manusia normal dianjurkan tidur cukup selama 8 jam.

Baca juga: Bolehkah Melakukan Donor Darah Setelah Divaksin Covid-19? Begini Penjelasannya

Namun seiring bertambah usia, tidur lama memang sedikit sulit.

Karenanya menginjak usia 50 keatas, setidaknya harus tidur cukup minimal 6 jam.

Baca juga: Tips Jaga Kulit Sehat dan Cerah Saat Beraktivitas di Luar Rumah

Menurut dr dr Andi Nina Malarangeng, SpOG, tubuh memang seringkali lemas dan muka kurang fresh saat kekurangan jam tidur.

Hal ini disebabkan terganggunya proses metabolisme pada tubuh.

Khusnul Khotimah, Founder IMAmooi Beauty Skin melakukan facial kepada pelanggannya. Selama pandemi salon kecantikan IMAmooi Beauty Skin miliknya malah naik 70% karena banyak orang harus pakai masker, nah karena penggunaan masker itu mereka banyak mengeluh kulit berjerawat. TRIBUNNEWS.COM/IST/FX ISMANTO
ilustrasi. TRIBUNNEWS.COM/IST/FX ISMANTO)

Sebenarnya pada malam hari hormon dilepaskan pada tubuh.

Hormon tersebut berguna bagi proses metabolisme tubuh.

Halaman
12
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved