Sering Dianggap Sepele, Kebiasaan Ini Ternyata Bisa Merusak Mata Diam-Diam
Banyak kebiasaan sehari-hari yang dianggap sepele ternyata bisa berdampak pada kesehatan mata dalam jangka panjang. Hal ini sering tak disadari.
Ringkasan Berita:
- Ada sejumlah faktor risiko kesehatan mata yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Bahkan sudah menjadi kebiasaan
- Salah satu faktor yang sering diabaikan adalah paparan sinar ultraviolet. Paparan berlebihan dapat mempercepat kerusakan pada lensa mata
- Isu lain yang sering dibahas adalah penggunaan gadget
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak kebiasaan sehari-hari yang dianggap sepele ternyata bisa berdampak pada kesehatan mata dalam jangka panjang.
Sayangnya, hal ini sering tidak disadari hingga kondisi sudah memburuk.
Dokter Spesialis Mata Subspesialis Katarak dan Bedah Refraksi RS Pondok Indah – Pondok Indah, dr. Amir Shidik, Sp.M, Subsp. K.B.R, mengungkapkan sejumlah faktor risiko yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Paparan Sinar Matahari dan Kurangnya Perlindungan
Salah satu faktor yang sering diabaikan adalah paparan sinar ultraviolet.
Menurut dr. Amir, masyarakat yang sering beraktivitas di luar ruangan perlu melindungi mata.
“Kalau sering di outdoor jangan lupa pakai kacamata anti UV,” jelasnya pada media briefing yang diselenggarakan di Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026).
Paparan sinar matahari berlebihan dapat mempercepat kerusakan pada lensa mata. Selain itu, penggunaan obat tanpa pengawasan juga menjadi faktor risiko.
Baca juga: Dukung Kesehatan Mata di Indonesia, Perusahaan Jamu Ini Terima Penghargaan dari Perdami
“Hati-hati kalau minum jamu,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar tidak menggunakan obat sembarangan, terutama yang mengandung steroid.
“Jangan pakai obat sembarangan terutama obat steroid,” tegasnya.
Trauma Mata yang Sering Diremehkan
Cedera atau benturan pada mata juga bisa memicu gangguan serius. Namun, banyak orang mengabaikan kondisi ini jika tidak langsung terasa parah.
“Lindari trauma mata,” kata dr. Amir.
Terkait faktor keturunan, dr. Amir menjelaskan bahwa katarak tidak sepenuhnya ditentukan oleh genetik.
“Genetik itu enggak pernah dibilang genetik satu-satunya,” jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Gangguan-kesehatan-mata-kering-OK.jpg)