Duh,Satu dari Tiga Balita di Indonesia Mengalami Stunting
Wapres Ma'ruf Amin menyebut saat ini satu dari tiga balita di Indonesia mengalami stunting.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan, pemerintah terus berkomitmen untuk mempercepat program penurunan stunting di Indonesia.
Wapres Ma'ruf Amin menyebut saat ini satu dari tiga balita di Indonesia mengalami stunting.
Ma'ruf juga menyebut, bahwa permasalah itu bukan hanya menjadi persoalan bangsa sekarang. Namun, menjadi persoalan di masa depan.
Hal itu disampaikan Ma'ruf Amin saat membuka Forum Nasional Stunting Tahun 2021 melalui virtual, Selasa (14/12/2021).
Baca juga: Penanganan ‘Stunting’ di Kota Bogor Bisa Menjadi Percontohan
"Saat ini satu dari tiga balita di Indonesia mengalami stunting. Persoalan ini bukan persoalan bangsa di masa-masa sekarang saja, melainkan menyangkut masa depan kita karena anak-anak itu adalah generasi penerus. Merekalah masa depan kita," kata Ma'ruf Amin.
Baca juga: Kepala BKKBN Beberkan Konsep 4T untuk Cegah Stunting
Wapres juga mengatakan, bagaimana bisa mencapai Visi Indonesia emas tahun 2045 jika kalau model dasarnya yakni anak-anak bangsa mengalami stunting, terganggu perkembangan produktif dan kesehatannya.
Baca juga: Pencegahan Stunting Bisa Dilakukan pada fase Pranikah, Ini 5 hal yang Harus Diperhatikan Catin
Untuk itu, Ma'ruf kembalj menekankan, bahwa pemerintah sangat serius mengupayakan penurunan stuntung.
"Komitmen pemerintah tidak pernah kendur. Pada Agustus 2021 lalu presiden telah menandatangani peraturan presiden No 72 tentang Percepatan Stunting. Substansinya mengadopsi strategi nasional percepatan pencegahan stunting 2018-2024," ucap Wapres.
"Perpres ini memberikan dasar hukum untuk melakukan pengutan kerangka strategi interfensi pendanaan serta pemantauan serta evaluasi yang diperlukan dalam berbagai upaya percepatan penurunan stunting," tambahnya.
Wapres juga mengatakan, target pemerintah sangat jelas yakni menurunkan prevalensi stunting hingga 14 persen pada tahun 2024.
"Pada tahun 2030, sesuai target, kita harap prevalensi stunting sudah 0 (persen,red) di negara kita," kata Ma'ruf Amin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/wapres-maruf-amin13.jpg)