Pengurus Baru IPMG Dilantik, Akses Obat Inovatif Jadi Sorotan Utama
Evie Yulin mengungkapkan tantangan besar yang masih dihadapi Indonesia dalam akses terhadap obat inovatif.
Ringkasan Berita:
- IPMG resmi mengumumkan susunan Dewan Pengurus periode 2026–2028, dengan menegaskan komitmen memperluas akses obat inovatif di Indonesia.
- Evie Yulin mengungkapkan tantangan besar yang masih dihadapi Indonesia dalam akses terhadap obat inovatif.
- IPMG kembali menunjuk Evie Yulin sebagai Ketua dan George Stylianou sebagai Wakil Ketua.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG) resmi mengumumkan susunan Dewan Pengurus periode 2026–2028, dengan menegaskan komitmen memperluas akses obat inovatif di Indonesia.
IPMG kembali menunjuk Evie Yulin sebagai Ketua dan George Stylianou sebagai Wakil Ketua.
Baca juga: 9 Tips Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Tanpa Obat
Evie Yulin mengungkapkan tantangan besar yang masih dihadapi Indonesia dalam akses terhadap obat inovatif.
"Saat ini, hanya sekitar 9 persen obat inovatif yang tersedia di Indonesia dan hanya sekitar 2 persen yang dapat diakses melalui pembiayaan publik,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (7/4/2026).
Menjembatani kesenjangan tersebut, dikatakan Evie, menjadi prioritas utama IPMG ke depan.
“Melalui kolaborasi yang kuat, kami ingin memastikan lebih banyak pasien mendapatkan manfaat obat inovatif sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045,” katanya.
Dia juga menekankan pentingnya penguatan kebijakan kesehatan, mulai dari penilaian teknologi kesehatan (HTA), mekanisme harga dan pengadaan, hingga penyelarasan antara registrasi, pembiayaan, dan akses pasien.
Direktur Eksekutif IPMG, Ani Rahardjo, menambahkan pihaknya akan terus berperan aktif dalam dialog kebijakan nasional.
“IPMG siap berkolaborasi untuk membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh dan meningkatkan daya saing Indonesia,” ujarnya.
Baca juga: Polisi Gerebek Pengedar Tramadol di Cikarang Bekasi, Ribuan Butir Obat Disita
Selain itu, IPMG juga menegaskan komitmen dalam menjunjung tinggi standar etika industri farmasi, termasuk mengacu pada kode etik global dari International Federation of Pharmaceutical Manufacturers and Associations (IFPMA).
Dia menilai, integritas dan transparansi menjadi kunci dalam memperluas akses pasien terhadap obat berkualitas sekaligus menjaga kepercayaan publik.
Ke depan, IPMG berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan nasional.
"Sektor kesehatan bukan sekadar biaya, melainkan investasi strategis untuk mendorong Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing global," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-obat-744846.jpg)