Breaking News:

Dispepsia, Bisa Jadi Awal Munculnya Penyakit Serius, Jangan Anggap Sepele

Gangguan pencernaan atau dispepsia sebetulnya istilah menyatakan keluhan berkaitan rasa tidak nyaman pada perut bagian atas. 

Editor: Willem Jonata
dok. Yashoda Hospital
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gangguan pencernaan atau dispepsia sebetulnya istilah menyatakan keluhan berkaitan rasa tidak nyaman pada perut bagian atas. 

Gejalanya bisa bervariasi, mulai rasa nyeri seperti perih dan rasa tidak nyaman di perut bagian atas. Bisa juga kembung, mual, begah dan perut terasa penuh. 

Menurut dokter dr Lyon Clement, dispepsia bisa menjadi suatu penyebab munculnya penyakit-penyakit serius. 

"Seperti penyakit gerd atau luka di lambung. Seringkali bisa dialami sehari-hari. Sebagai dampak dari pola makan kita yang kurang baik," ungkapnya pada siaran Radio Elshinta, dikutip Tribunnews, Senin (11/4/2022).

Baca juga: Sahur Itu Penting, Ini yang Dirasakan Organ Pencernaan Jika Siang Puasa Tapi Tak Sahur

Misalnya, terlambat makan, terlalu lama menunda makan. Kemudian makan yang kurang higenis, berlemak, asam dan pedas, sehingga menimbulkan dipepsia.

Jika didiamkan tanpa ada penanganan maka bisa jadi penyakit saluran cerna yang berkembang lebih serius.

Misalnya Gerd, ditandai refluks isi asam lambung kembali ke kerongkongan, sehingga menimbulkan nyeri dada, panas dan terbakar.

Jika dibiarkan terus menerus, bisa menimbulkan kerusakan pada kerongkongan kita. 

"Di masa depan bisa terjadi kanker pada kerongkongan. Memang tidak segera terjadi. Namun butuh waktu lama sehingga berisiko besar," ungkapnya pada siaran Radio Elshinta dikutip Tribunnews, Senin (11/4/2022).

Selain itu, Dipepsia disebut juga bisa menyebabkan luka lambung. Ketika asam lambung diproduksi terlalu banyak, dapat menimbulkan iritasi dan menyebabkan luka. 

Situasi ini bisa terjadi pada lambung atau usus halus. Ada luka bisa diikuti dengan pendarahan saluran cerna. Kejadian ini terhitung sangat serius. 

"Bisa kehilangan darah, sampai pingsan dan meninggal. Makanya jaga kesehatan kita selagi saluran penrcernaan masih sehat. Karena pengobatan sulit setelah terjadi luka," pungkasnya. 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved