Penyakit Cacar Monyet

Bolehkah Ibu Menyusui Terdiagnosa Monkeypox Beri ASI pada Bayinya?

Penularan monkeypox bukan hanya terjadi melalui kontak kulit ibu dengan bayi, tetapi diduga dari cairan ASI yang diminum bayi.

Shutterstock
Kapan ibu menyusui menggunakan susu pelancar ASI? 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Monkeypox atau cacar monyet dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak langsung dari darah, cairan tubuh, lesi kulit, atau mukosa. Serta cairan napas.

Untuk itu, ibu menyusui yang terinfeksi monkeypox tidak disarankan memberikan bayinya air susu ibu (ASI).

Demikian disampaikan Dokter Penyakit Dalam di Rumah Sakit St. Carolus Salemba, Robert Sinto dalam konferensi pers, Rabu (27/7/2022).

"Karena sama-sama pernah melewati aliran darah maka secara hipotesis kita bisa menduga bahwa virus ini bisa ditransmisikan lewat air susu ibu," ujar dokter Robert.

Baca juga: Gejala Khas Monkeypox yang Perlu Diketahui

Selain itu, pemberian ASI yang diperah juga tidak disarankan.

Sebab penularan bukan hanya terjadi melalui kontak kulit ibu dengan bayi, tetapi diduga dari cairan ASI yang diminum bayi.

"Perah juga tidak boleh, jadi selama menderita cacar monyet lebih baik berhenti memberi ASI sama sekali," kata dia.

Meski belum ada kasus Monkeypox di Indonesia sebagai upaya pencegahan, masyarakat harus menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat, selalu menjalankan protokol kesehatan, serta menjauhi kontak erat dengan pasien Monkeypox.

Sejauh ini, penelitian terkait ibu menyusui yang terinfeksi Monkeypox masih terus dilakukan.

Untuk itu disarankan agar melakukan konsultasi dengan fasilitas maupun tenaga kesehatan terdekat, jika tetap ingin memberikan ASI.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved