ASI Sulit Keluar Usai Melahirkan, Ibu Tidak Perlu Khawatir, Simak Penjelasan Dokter 

ASI sebenarnya sudah ada sejak kehamilan 4 bulan. Saat itu, pembentukan ASI diperoleh dari hormon tertentu.

Editor: Willem Jonata
Istimewa
Ilustrasi ibu menyusui 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ibu yang baru saja melahirkan kerap kali dibuat resah. Hal ini dikarenakan terkadang ASI sulit keluar.

Padahal, ibu tidak perlu panik atau khawatir. 

Demikian dikatakan Dokter Spesialis Laktasi dr Jeanne Roos Tikoalu dalam acara Mothercare 17th Anniversary & Modern Parent 2nd Anniversary, di Pullman Hotel Central Park Jakarta, Senin (1/8/2022).

Pada dasarnya, kata dr Jeanne, ASI sebenarnya sudah ada sejak kehamilan 4 bulan.

Saat itu, pembentukan ASI diperoleh dari hormon tertentu. Tetapi ASI saat itu tidak akan bertambah banyak. 

Penyebabnya, hormon ibu masih diperlukan untuk pertumbuhan janin. Banyak atau sedikitnya ASI menurut dr Jeanne dipengaruhi oleh kebutuhan bayi. 

Nyatanya, ketika usia bayi masih sehari, lambung bayi baru sebesar kelereng, sehingga tidak bisa langsung bisa meminum banyak ASI. Bahkan selama 24 jam lambung bayi kaku. 

Karena bayi belum mengonsumsi banyak ASI, maka suplai air susu ibu di payudara tidak memproduksi ulang terlalu banyak. Sayangnya hal ini masih belum diketahui oleh sebagian ibu. 

Baca juga: Bolehkah Ibu Menyusui Terdiagnosa Monkeypox Beri ASI pada Bayinya?

Khawatir buah hati akan merasa lapar, ibu malah memberikan susu formula. Dan lambung bayi jadi penuh, berakhir dengan muntah. 

"Apabila dikasih minum banyak yang terjadi muntah. Khawatir ASI tidak keluar, langsung dibuatkan susu formula. Akibatnya bayi menolak dan muntah lagi," papar dr Jeanne saat ditemui di Jakarta, Senin (1/8/2022).

Saat masuk hari ketiga, besar lambung bayi bertambah sebesar bola pimpong. Dr Jeanne mengingatkan ibu untuk sabar dan tidak memberikan ASI secara berlebihan.

"Saat hari ketiga kalau ibu gak sabar, dikasih ASI banyak-banyak, nanti lambungnya bayi terbiasa renggang. Sehingga, pada saat menyusu ke ibu, asi ibu belum berlimpah, yang terjadi pada bayi rewel," kata dr Santi menambahkan. 

Karenanya, menurut dr Jeanne, ibu tidak perlu khawatir jika baru melahirkan ASI belum keluar banyak. Karena seiring berjalannya waktu kebutuhan akan meningkat. Dan produksi ASI akan berjalan sesuai kebutuhan bayi.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved