Banyak Kasus Percobaan Bunuh Diri, Psikolog Ingatkan Pentingnya Pendidikan Kesehatan Jiwa

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat setiap tahun 703.000 orang bunuh diri dan masih banyak lagi orang yang melakukan percobaan bunuh diri. 

freepik
Ilustrasi kesehatan mental. Pasien kesehatan mental terjadi di berbagai kalangan dan banyak penderita berusia produktif di antara usia 15-29 tahun secara global pada tahun 2019. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat setiap tahun 703.000 orang bunuh diri dan masih banyak lagi orang yang melakukan percobaan bunuh diri

Psikolog Ratih Ibrahim, mengatakan, setiap tindakan bunuh diri adalah tragedi yang mempengaruhi keluarga, komunitas dan seluruh negara dan memiliki efek jangka panjang pada orang-orang yang ditinggalkan. 

"Pendidikan dan pengetahuan mengenai kesehatan jiwa sangat diperlukan untuk menghapus stigma negatif yang ada di masyarakat untuk mendukung kesembuhan pasien," kata Ratih dalam webinar Johnson n Johnson, Sabtu (10/9/2022).

Baca juga: Waspada Ciri--ciri Orang yang Ingin Bunuh Diri, Spesialis Kedokteran Jiwa Sarankan Terapi Ini

Pasien kesehatan mental terjadi di berbagai kalangan dan banyak penderita berusia produktif di antara usia 15-29 tahun secara global pada tahun 2019.

Berdasarkan temuan utama dari dokumen White Paper di wilayah Asia Pasifik bertajuk “Rising Social and Economic Cost of Major Depression: Seeing the Full Spectrum” yang disponsori oleh Johnson & Johnson Pte. Ltd. dan dilakukan oleh KPMG di Singapura, terdapat kurang dari separuh pasien yang berjuang melawan Gangguan Depresi Mayor (Major Depressive Disorder / MDD) di kawasan Asia Pasifik menerima diagnosis, yang tepat, dengan 71 persen pasien MDD menderita gejala yang memburuk karena pengobatan tidak disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

Data dari White Paper tersebut mengungkapkan bahwa Asia Pasifik memiliki tingkat penyakit depresi dan penyakit jiwa yang jauh lebih tinggi daripada bagian lain dunia. 

Dokumen tersebut menyoroti bahwa orang yang hidup dengan depresi 40 persen kurang produktif daripada individu yang sehat, sedangkan harapan hidup seseorang dengan MDD adalah 20 tahun lebih pendek dari rata-rata.

Baca juga: 10 September Memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia, Begini Sejarahnya

Kontak bantuan

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling,

Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:

https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/layanan-konseling-psikolog-psikiater/

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved