Apa Itu Diseksi Aorta? Ini Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, dan Pencegahannya

Berikut ini penjelasan lengkap mengenai diseksi aorta, mulai dari gejala, penyebab, faktor risiko, dan cara pencegahan.

pjnhk.go.id
Berikut ini penjelasan lengkap mengenai diseksi aorta, mulai dari gejala, penyebab, faktor risiko, dan cara pencegahan. 

TRIBUNNEWS.COM - Diseksi aorta adalah suatu kondisi dimana terbentuk bendungan darah di tempat yang tidak seharusnya, yaitu di antara lapisan paling dalam dan tengah dinding aorta.

Dikutip dari pjnhk.go.id, aorta sendiri adalah pembuluh darah arteri terbesar yang mengalirkan darah dari jantung kemudian dilanjutkan ke bagian cabang tubuh.

Diseksi aorta menyebabkan kedua lapisan, lapisan paling dalam dan tengah dinding aorta, menjadi terbelah atau membedah.

Setiap harinya aorta menerima darah dalam volume yang banyak dengan tekanan yang tinggi dari jantung.

Untuk dapat mengakomodasi beban kerja yang dimiliki, aorta berukuran besar dan memiliki sifat elastis.

Seperti bentuk sebuah tabung, dinding aorta memiliki tiga lapisan, yakni lapisan paling dalam yang disebut tunika intima, lapisan tengah yang disebut tunika media, dan lapisan paling luar yang disebut tunika adventitia.

Baca juga: Chef Haryo Jalani Operasi Diseksi Aorta, Arie Untung Tuliskan Doa: Semoga Menjadi Penggugur Dosa

Lapisan tengah aorta merupakan lapisan paling tebal yang berisi jaringan elastis dan otot polos.

Ketiga lapisan ini membentuk dinding solid yang dapat dilalui aliran darah pada kondisi normal.

Seiring dengan kondisi penuaan, aorta yang tadinya lentur dan elastis bisa menjadi semakin kaku.

Secara umum, diseksi aorta cukup jarang ditemukan.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved