Breaking News:

Sering Alami Gangguan Saat Datang Bulan? Hati-hati dengan Gejala Miom dan Kista!

Jangan anggap remeh gangguan saat menstruasi karena bisa jadi tanda gejala miom dan kista, ini penjelasannya!

Shutterstock
Ilustrasi gangguan menstruasi 

TRIBUNNEWS.COM - Bagi perempuan yang masih berada dalam usia produktif, menstruasi atau haid adalah kondisi yang rutin datang setiap bulan. Namun, siklus bulanan ini terkadang turut disertai dengan gangguan, seperti nyeri dengan jumlah produksi darah yang deras.

Jangan sampai Anda menganggap remeh kondisi tersebut! Sebaliknya, Anda perlu mengenal dengan baik gangguan yang Anda alami saat haid, karena bisa jadi kondisi tersebut termasuk ke dalam gejala tumor kandungan, seperti Miom dan Kista.

Menurut Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan dari Mayapada Hospital, dr. Caroline Tirtajasa, Sp.OG (K), tumor kandungan adalah benjolan yang ada di rahim atau indung telur organ reproduksi.

Iamenambahkan, rata-rata tumor kandungan bersifat jinak. Namun, orang sering menyangka bahwa miom dan kista adalah jenis penyakit yang sama. Padahal, terdapat perbedaan di antara dua jenis tumor kandungan tersebut, termasuk lokasinya.

“Bedanya kalau Miom ditemukan di rahim, sedangkan Kista ditemukan di indung telur. Rata-rata jinak, tapi ada juga yang ganas,” jelas dr. Caroline 

Mengenal gejala Miom dan Kista

Kedua penyakit tumor kandungan ini juga memiliki gejala yang berbeda. Dr. Caroline menjabarkan bahwa gejala kista meliputi nyeri haid yang hebat dan datang tiba-tiba, rasa tidak nyaman pada perut bagian bawah, perut membesar, sulit makan, dan gangguan menstruasi

Sementara itu, seseorang yang terjangkit miom kemungkinan tidak akan mengalami rasa atau gejala sama sekali saat miom masih berukuran kecil. Bahkan, dirinya akan merasa dalam kondisi yang sehat.

Namun, saat ukurannya makin besar, miom dapat mengganggu pola menstruasi. Saat memeriksakan diri ke dokter, bisa jadi gejalanya dapat dirasakan lantaran tumor yang makin membesar.

“Tak ada gejala sama sekali. Itu bahayanya di situ. Biasanya saat tumor sudah besar barulah menjadi masalah," ungkapnya.

Miom tertentu, yaitu adenomiosis, juga menimbulkan rasa sakit dengan tingkatan nyeri berbeda yang dirasakan setiap pasien.

“Misalnya jadi deras atau banyak, sehari 5 pembalut. Karena ada Miom, maka haid jadi lebih lama dan menyebabkan anemia hingga kurang darah,” jelas dr. Caroline. 

Ketika gejala terasa makin parah, miom yang makin membesar dapat berujung pada terganggunya aktivitas.

Dr. Caroline menambahkan, “Nyeri biasanya sangat intens mengganggu aktivitas sehari-hari. Harus minum obat. Saat merasa sudah tak bisa ditoleransi, maka harus memeriksakan diri.” 

Tindakan laparoskopi untuk penanganan Miom dan Kista

Sampai saat ini, penyebab dari Miom dan Kista belumlah diketahui secara pasti. Namun, dr. Caroline menggarisbawahi bahwa terdapat banyak faktor yang dapat memicu kedua penyakit tersebut, mulai dari faktor genetik, pola hidup, hingga paparan atas polutan.

“Bisa karena hormonal atau status hormon pasien, genetik atau riwayat keluarga, lingkungan atau pola hidup, gaya makan, serta paparan polutan,” ujarnya.

Lalu, Miom dan Kista dapat menjangkit perempuan yang belum dan sudah menikah tanpa terkecuali. Mitos yang beredar menyebut bahwa Miom dan Kista bisa hilang sendiri saat melahirkan atau saat perempuan sudah memasuki masa menopause. Namun nyatanya Miom dan Kista dapat tetap terjadi meski seseorang telah memasuki usia lanjut dan telah berhenti mengalami haid.

Untuk mengetahui apakah seorang perempuan memiliki Miom dan Kista, dr. Caroline menyarankan USG transvaginal sebagai langkah awal.

“Jangan USG lewat perut, sering tak terlihat karena tertutup oleh lemak perut dan usus,” paparnya. 

Selanjutnya, diperlukan tata laksana yang tepat, tergantung seberapa besar ukuran tumor dan gejala klinis yang dirasakan pasien, seperti gangguan haid, produksi darah yang banyak, rasa sakit ketika datang bulan, atau mens tak beraturan. 

“Tata laksana dan operasi pengangkatan kista atau miom bergantung pada ukuran kista, usia penderita, dan penemuan saat operasi,” jelasnya. 

Tak jarang, pasien merasa khawatir saat perlu melalui proses operasi. Kabar baiknya, penanganan miom dan kista kini dapat dilakukan dengan teknologi minimal invasif, yaitu Laparoskopi.

Operasi laparoskopi atau operasi lubang kunci adalah teknik bedah modern untuk menghilangkan kista. Selain itu, terdapat juga miomektomi yang merupakan operasi untuk mengangkat tumor jinak pada rahim yang sering juga disebut sebagai fibroid rahim atau mioma uteri.

“Jika harus dioperasi saat ini ada teknologi minimal invasif yang jauh lebih tidak sakit, namanya bedah laparoskopi,” jelas dr. Caroline.

Laparoskopi merupakan teknik bedah invasif minimal yang digunakan di daerah perut dan panggul. Tindakan ini dilaksanakan dengan memanfaatkan bantuan laparoskop, yaitu batang teleskopik tipis dengan kamera di ujungnya), yang digunakan untuk melihat ke dalam tubuh tanpa membukanya sepenuhnya.

Dengan begitu, tindakan laparoskopi tidak seperti pembedahan terbuka dengan sayatan 15-30 cm. Operasi ini menggunakan satu hingga empat sayatan kecil berukuran 0.5 cm-2 cm. Satu untuk kamera, dan yang lain untuk instrumen bedah atau satu port untuk kamera dan instrumen bedah (single port).

Tujuan dari laparoskopi adalah untuk mengurangi luka dan perdarahan pada pasien saat operasi serta mempercepat masa penyembuhan pasca operasi lewat prosedur minimal invasif dengan akses minimal serta hasil sesuai prosedur operasi yang diharapkan.

“Selain tidak terasa nyeri, pasien akan sembuh lebih cepat. Sangat cocok bagi pasien takut operasi,” tutup dr. Caroline.

Jika Anda kerap merasakan gejala dari miom dan kista saat datang bulan, segera lakukan deteksi sedini mungkin untuk menghindari risiko penyakit menjadi serius. Jangan tunda melakukan tindakan apabila ada gejala yang dirasakan.

Anda bisa melakukan konsultasi dengan tim dokter profesional dari Mayapada Hospital Obstetrics & Gynecology Center yang menyediakan berbagai layanan kebidanan dan kandungan bagi wanita dari segala usia.

Mulai dari kehamilan dan persalinan, masalah pada ibu dan janin, infertilitas dan gangguan hormon, sampai penyakit pada sistem reproduksi wanita, Mayapada Hospital Obstetrics & Gynecology Center siap untuk memberikan Anda pelayanan terbaiknya.

Selain itu, Mayapada Hospital Obstetrics & Gynecology Center juga menawarkan perawatan kandungan/ginekologi, termasuk penanganan tumor kandungan seperti kista dan mioma, serta penanganan kanker yang didukung oleh tim multispesialis.

Berikut ini adalah dokter dari Obstetrics & Gynecology Center Konsultan Onkologi Mayapada Hospital :

1. dr. I Putu Agus Suarta, Sp.OG(K)-Onk, Mayapada Hospital Surabaya

2. dr. Tricia Dewi Anggraeni, Sp.OG(K) Onk, Mayapada Hospital Jakarta Selatan

3. dr. Yudi Andriansyah Eka P, Sp.OG (K) Onk, Mayapada Hospital Bogor BMC

4. dr. Unedo Hence Markus, Sp.OG(K) Onk ,Mayapada Hospital Kuningan

5. dr. Elfahmi A. Noor Azis, Sp.OG (K) Onk, Mayapada Hospital Tangerang

Untuk informasi lebih lanjut mengenai tim dokter dari Mayapada Hospital Obstetrics & Gynecology Center, silakan klik link ini.

Anda pun bisa langsung mengajukan pertanyaan dan melakukan konsultasi dengan dokter melalui link ini. Tersedia juga voucher diskon untuk pemeriksaan medical check up!

Admin: Sponsored Content
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved