Sabtu, 6 Juni 2026

60 Persen Gangguan Pendengaran Disebabkan Sesuatu yang Bisa Dicegah

Gangguan pendengaran ada beberapa macam, di antaranya tuli kongenital, infeksi telinga atau congek, tuli akibat bising, tuli karena faktor usia.

Tayang:
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
Shutterstock
Ilustrasi Gangguan Pendengaran. 

TRIBUNNEWS.COM - Tuli kongenital, infeksi telinga atau congek, tuli akibat bising, tuli karena faktor usia, dan tuli karena kotoran telinga, merupakan gangguan pendengaran yang umum dialami.

Ketua umum Perhati-KL Indonesia dr. Yussy Afriani Dewi, Sp.T.H.T.B.K.L mengatakan 60 persen gangguan dengar disebabkan oleh sesuatu yang bisa dicegah.

"Pencegahan dilakukan dengan identifikasi sedini mungkin pada berbagai kelompok usia," ujar dr. Yussy laman resmi Kementerian Kesehatan, Jumat (3/3/2023).

Deteksi dini pendengaran yang paling pertama adalah skrining pada bayi baru lahir dan Balita.

Kemudian skrining pada anak dan pra usia sekolah.

Baca juga: 5 Gejala Tanda Anak Mengalami Gangguan Pendengaran 

Skrining juga dapat dilakukan pada individu yang terpapar bising atau zat kimia yang terus-menerus.

Bisa juga pada individu yang terpapar obat ototoksik.

Karena beberapa obat dapat menyebabkan gangguan dengar, dan pada usia tua.

Selain itu, dr Yussy mengingatkan untuk menjaga kesehatan pendengaran dengan beberapa upaya.

Di antaranya seperti melakukan deteksi dini ketika adanya gangguan pendengaran.

Kemudian menghindari kebisingan, pola hidup bersih dan sehat yang baik. Tidak lupa selalu memperhatikan kebersihan liang telinga.

Selanjutnya tidak minum obat ototoksik dalam jangka panjang tanpa konsultasi dengan dokter.

"Hindari membersihkan telinga sendiri, hindari mengkorek-korek telinga, hindari penggunaan earphone dengan volume keras dalam waktu lama," kata dr Yussy menambahkan.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved