Rabu, 20 Mei 2026

Cemas dan Trauma Bisa Sebabkan Disfungsi Ereksi pada Pria

Cemas dan trauma dapat menjadi penyebab penyakit disfungsi ereksi atau erectile dysfunction (ED) pada pria.

Tayang:
Shutterstock
Ilustrasi. 

Alat ini dapat membantu dalam membedakan antara disfungsi ereksi organik dan psikogenik.

Hasil diagnostik juga dapat memberikan informasi dan membantu dokter menentukan cara terbaik untuk memulai tata laksana disfungsi ereksi.

Terapi Pengobatan Disfungsi Ereksi

alat kelamin pria
alat kelamin pria (GETTY IMAGES)

Setelah melakukan pemeriksaan diagnosis, dokter ahli urologi dapat menentukan tatalaksana yang tepat berdasarkan kondisi pasien.

Prof. Ponco menyebutkan jika ESWT (Extracorporeal Shock Wave Therapy) dapat menjadi salah satu pilihan terapi dalam mengatasi masalah disfungsi ereksi dan kesuburan pada pria dengan tingkat keberhasilan terapi ESWT kepada pasien mencapai 60-70 persen.

Cara kerja ESWT adalah dengan merangsang pertumbuhan sel dan pembuluh darah kapiler baru pada penis yang telah mengalami kerusakan atau tersumbat.

Hal tersebut dapat membantu meningkatkan aliran darah ke penis dan memperbaiki fungsi ereksi.

“Biasanya, pasien tidak memerlukan anestesi, namun beberapa pasien mungkin mengalami sensasi kesemutan di area yang diterapi. Terapi ESWT untuk disfungsi ereksi biasanya membutuhkan beberapa sesi perawatan dengan jeda waktu beberapa minggu antara setiap sesi,” ujar peraih European Society for Sexual Medicine Grant for Medical Research tersebut.

Tips Mencegah Disfungsi Ereksi dan Menjaga Kesehatan Seksual Pria
Penyakit pada sistem urologi pria sering terjadi, namun dapat dicegah dengan melakukan beberapa tindakan preventif.

Jika mengalami tanda-tanda awal gangguan kesehatan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter yang tepercaya.

Selain itu, menjaga pola hidup sehat seperti, mengonsumsi makanan yang baik untuk kesehatan jantung dan ginjal, melakukan olahraga teratur, menjaga bentuk badan tetap ideal, dan meninggalkan kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alkohol berlebih dapat membantu mencegah terjadinya gangguan kesehatan pada sistem urologi.

Tips berikutnya adalah menjaga kesehatan organ intim dan sistem kemih dengan memperhatikan kebersihan diri.

Selain itu, hindari memakai celana atau pakaian dalam yang terlalu ketat karena dapat menekan sistem reproduksi pria.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved