Jumat, 29 Agustus 2025

Artis Terjerat Narkoba

Karenina Anderson Insomnia Lalu Isap Ganja, Benarkah Narkotika Ini Membuat Tidur Lebih Berkualitas?

Ganja dipercaya bisa mengatasi insomnia dan membuat tidur lebih berkuaitas, seperti alasan aktris Karenina Maria Anderson dan Jeff Smith. Benarkah?

AFP/CHAIDEER MAHYUDDIN
Seorang anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) memegang tanaman ganja saat penggerebekan di jalur hutan di Lamteuba, provinsi Aceh, Indonesia pada 22 Agustus 2022. Ganja dipercaya bisa mengatasi insomnia dan membuat tidur lebih berkuaitas, seperti alasan aktris Karenina Maria Anderson dan Jeff Smith. Benarkah?(Photo by CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP) 

Lantas, apakah benar ganja memiliki dampak positif?

WebMD mencatat mariyuana memiliki dampak positif, salah satu yang sering ditonjolkan adalah manfaatnya untuk mengobati insomnia selain mengobati kanker, alzheimer, epilepsi dan mengurangi rasa sakit.

Tak hanya Karenina Anderson dan Jeff Smith, banyak pesohor mengaku kualitas tidurnya semakin baik karena ganja.

Ganja seolah jadi pelarian saat insomnia menyerang para artis karena memang sering jadi efek samping para selebritis yang punya aktivitas tinggi.

Ilustrasi tidur berkualitas
Ilustrasi tidur berkualitas (Shutterstock)

Menurut Dr. Matt Roman, dokter medis ganja menjelaskan tanaman ini bermanfaat untuk gangguan tidur dengan efek samping yang amat minim.

"Ganja adalah alat bantu tidur yang efektif karena memulihkan siklus tidur alami seseorang, yang seringkali tidak selaras dengan jadwal kita dalam gaya hidup modern saat ini," ujarnya dikutip dari Healthline.

Kandungan analgesiknya dapat meredakan nyeri kronis sedangkan kandungan anti kecemasannya efektif untuk menenangkan tubuh dan mengurai stres.

Tak Semua Ganja Beri Efek Baik Positif

Namun, tidak semua jenis ganja memberikan dampak yang serupa. Umumnya ganja didominasi kandungan Cannabidiol (CBD) dan Tetrahydrocannabinol (THC).

CBD memiliki manfaat kesehatan dan nonpsikoaktif sehingga tidak menyebabkan perasaan 'high' saat menggunakannya.

Sebaliknya, THC yang merupakan cannabinoid psikoaktif menimbulkan perasaan 'ngefly' bagi penggunanya.

Untuk memudahkan tidur, dibutuhkan ganja dengan kandungan THC yang lebih tinggi.

Riset tahun 2018 menyebutkan ganja tinggi THC dapat mengurangi gangguan tidur Rapid Eye Movement (REM), menghilangkan mimpi buruk dan membuat tidur lebih nyenyak.

Kondisi tidur nyenyak inilah yang paling berkualitas dan menghasilan jam istirahat yang benar-benar bermanfaat.

Namun, dikatakan pula ganja dengan kadar THC yang lebih tinggi dapat mengganggu kualitas tidur jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Selain itu, penggunaan ganja secara umum dapat mengubah pola tidur penggunanya.

Efek samping lainnya juga bisa muncul dari penggunaan ganja yang tak terkontrol. Organ tubuh seperti paru-paru dan otak bisa merasakan dampak buruknya.

Hal yang harus ditekankan pula, penggunaan ganja tidak disarankan bagi orang di bawah 25 tahun karena efek jangka panjangnya pada pembelajaran dan ingatan.

Karena berbagai alasan inilah maka sampai saat ini penggunaan ganja belum dilegalkan di Indonesia.

(Tribunnews.com/Anita K Wardhani/Alivio/Fauzi) (Kompas.com)

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan