Senin, 27 April 2026

Ketahui Tentang Disfungsi Ereksi, Penyebab dan Cara Penanganannya

Gangguan seksual pria merupakan gangguan pada siklus respon seksual yang menghambat individu untuk mencapai aktivitas seksual secara memuaskan.

Tayang:
net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Gangguan seksual pria merupakan gangguan pada siklus respon seksual yang menghambat individu untuk mencapai aktivitas seksual secara memuaskan.

Lebih dari 35 persen pria dengan gangguan seksual memiliki lebih dari 1 jenis gangguan seksual.

Baca juga: Waspada, Disfungsi Ereksi Bisa Berkaitan dengan Penyakit Jantung

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Cluster Uronephrology RSCM Kencana dr. Widi Atmoko, Sp.U(K), FECMS, FICS

Terlebih, angka kejadian beberapa jenis gangguan seksual meningkat seiring dengan pertambahan usia.

Lantas apa yang jadi penyebab terjadinya gangguan disfungsi ereksi?

Dr Widi pun ungkap jika ada berbagai penyebab munculnya gangguan disfungsi ereksi.

Baca juga: Pembesaran Prostat Dapat Sebabkan Terjadinya Gangguan Ereksi, Begini Penjelasan dr Binsar Martin

“Penyebab gangguan seksual sangat beragam," ungkapnya pada konferensi pers virtual, Senin (25/9/2023).

Secara umum penyebabnya dapat terbagi menjadi masalah psikologis, organik (adanya kelainan dari sisi anatomi atau fungsi organ), maupun campuran.

Walaupun konsep gangguan seksual mencakup konsep yang lebih luas.

Seperti dipengaruhi oleh gaya hidup yang tidak sehat, konsumsi obat-obatan, psikoseksual, sosiobudaya, dan hubungan interpersonal.

“Sesuai dengan definisinya, gangguan seksual pria dapat terjadi pada masing-masing fase respon seksual," tambahnya.

Ilustrasi.
Ilustrasi. (privategym)

Terapi gangguan seksual akan disesuaikan dengan penyebab, dan derajat keparahan gangguan yang dialami.

Modalitas terapi dapat mencakup konseling, terapi psikologis, pemberian obat atau medikamentosa, penggunaan alat tertentu, operasi.

Dan tentunya terapi terkini yaitu terapi regeneratif.

Berbagai pilihan terapi ini akan ditawarkan ke pasien sesuai dengan kondisinya dan akan dipilih secara bersama melalui diskusi antara dokter dengan pasien.

Gangguan Seksual Masih Dianggap Tabu

menjaga hubungan seksual dengan baik
menjaga hubungan seksual dengan baik (lifestyle.kompas.com)

Namun, menurut dr Widi Hal yang paling penting dipahami adalah gangguan seksual sering dianggap sebagai hal tabu.

Padahal keterbukaan sangat penting untuk dokter dapat menentukan diagnosis dengan tepat dan bisa mendapat tatalaksana terbaik.

Hal ini juga yang sering kali menjadi alasan mengapa gangguan seksual tidak terdiagnosis dan tidak mendapat tatalaksana.

Oleh sebab itu, komunikasi merupakan kunci utama dalam penatalaksanaan gangguan seksual.

Di sisi lain, menurut Widi dalam penanganan gangguan seksual pria, sebaiknya untuk terapi dilakukan bersama pasangan.

Karena dampak gangguan seksual pria juga memengaruhi fungsi seksual wanita, begitu pula sebaliknya.

Namun, ada kalanya pada saat konseling harus dilakukan satu per satu terlebih dahulu.

"Sehingga riwayat dan masalah yang dialami lebih bisa dipahami dengan baik, dan mungkin bagi pasien juga dapat lebih nyaman,” tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved