Senin, 27 April 2026

Anak Tak Kunjung Pubertas? Waspadai Sindrom Turner, Jangan Tunggu Terlambat

Meski tak dapat disembuhkan kondisi ini sebenarnya bisa dikelola dengan baik orang tua hadir secara konsisten sejak dini dan tidak menunda intervensi

Tayang:
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: willy Widianto
Canva/Tribunnews.com
PELATIHAN PINTAR KEMENAG - Desain grafis Kunci Jawaban 3.4 Isu Seputar Pubertas pada Remaja - Bagian 2, pelatihan Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja Berperspektif Keislaman, PINTAR Kemenag, dibuat dengan Canva, Rabu (24/9/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang tua baru menyadari ada yang tidak beres ketika anak perempuan mereka tak kunjung menunjukkan tanda-tanda pubertas seperti teman sebayanya. Kepanikan pun muncul, sering kali disertai harapan bahwa kondisi itu akan membaik dengan sendirinya seiring waktu. 

Baca juga: Beda Gejala Pubertas dan Gangguan Mental pada Remaja Menurut Psikiater

Padahal, pada kondisi seperti Sindrom Turner, keterlambatan penanganan justru bisa berdampak panjang pada tumbuh kembang anak. Meski tidak dapat disembuhkan, kondisi ini sebenarnya bisa dikelola dengan baik selama orang tua hadir secara konsisten sejak dini dan tidak menunda intervensi medis yang diperlukan.

Sindrom Turner bukan sekadar persoalan tinggi badan. Kondisi genetik ini juga berdampak pada perkembangan organ reproduksi, kesehatan tulang, hingga kualitas hidup anak saat dewasa. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, sejak masa kanak-kanak hingga remaja.

Dokter Spesialis Anak Subspesialis Endokrinologi dari RS Pondok Indah, dr Ghaisani Fadiana, menegaskan pentingnya intervensi sejak dini, terutama melalui terapi hormon pertumbuhan.

“Pemberian hormon pertumbuhan pada anak yang mengidap sindrom Turner adalah intervensi medis terukur sehingga si kecil memiliki kesempatan untuk tumbuh secara optimal, sesuai dengan potensinya melalui pemantauan dosis yang konsisten,” ujarnya dalam keterangan, Senin (27/4/2026).

Terapi ini menjadi salah satu fondasi utama agar anak tetap memiliki peluang mencapai tinggi badan optimal sebelum masa pertumbuhan berakhir.

Tak hanya itu, tantangan lain yang kerap muncul adalah kegagalan pubertas alami. Banyak anak dengan Sindrom Turner tidak mengalami perkembangan payudara maupun menstruasi pada usia yang seharusnya, sehingga membutuhkan penanganan khusus.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dari RS Pondok Indah IVF Centre, Dr. dr. Kanadi Sumapradja, menjelaskan bahwa terapi hormon pengganti menjadi langkah penting dalam kondisi tersebut.

Baca juga: Skoliosis Kerap Ditemukan Saat Masa Pubertas, Orang Tua Penting Waspada Sejak Dini

“Terapi hormon pengganti estrogen dan progesteron yang terencana dapat membantu merangsang perkembangan payudara, organ reproduksi, menjaga kepadatan tulang, serta membantu terjadinya siklus menstruasi,” paparnya.

Ia menambahkan, terapi ini tidak hanya berdampak pada perubahan fisik, tetapi juga berpengaruh besar terhadap kualitas hidup anak di masa depan.

“Pemberian terapi hormon pengganti dan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi yang baik diharapkan membantu pasien untuk meningkatkan kualitas hidupnya,” lanjutnya.

Dalam praktiknya, orang tua memegang peran kunci dalam memastikan anak tetap tumbuh optimal. Mulai dari rutin melakukan kontrol kesehatan meliputi pemeriksaan jantung, ginjal, tiroid, hingga kepadatan tulang hingga tidak menunda terapi yang telah direkomendasikan dokter.

Selain itu, aktivitas fisik seperti olahraga minimal 30 menit setiap hari juga penting untuk menjaga kesehatan tulang dan otot. Tak kalah penting, perhatian terhadap kondisi psikologis anak harus menjadi prioritas, agar mereka tetap merasa diterima dan tidak tumbuh dengan perasaan “berbeda”.

Menghadapi Sindrom Turner memang bukan hal mudah. Namun, orang tua tidak harus menjalaninya sendirian. Dukungan komunitas menjadi salah satu kekuatan penting, seperti melalui kegiatan patient gathering yang mempertemukan keluarga dengan pengalaman serupa.

Di ruang-ruang seperti itu, orang tua tidak hanya mendapatkan informasi medis, tetapi juga dukungan emosional yang kerap menjadi fondasi dalam proses pendampingan anak.

Baca juga: Waspada, Tontonan Video Dewasa Bisa Picu Anak Alami Pubertas Dini

Pada akhirnya, anak dengan Sindrom Turner tetap memiliki peluang hidup yang baik. Dengan terapi yang tepat, pemantauan rutin, serta kehadiran orang tua yang konsisten, mereka dapat tumbuh percaya diri dan menjalani hidup secara optimal. Karena dalam perjalanan ini, yang paling dibutuhkan anak bukan hanya pengobatan, tetapi juga kehadiran yang utuh di setiap fase kehidupannya.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved