Jumat, 12 Juni 2026

Infeksi Saluran Kemih yang Tidak Ditangani Bisa Berujung Sakit Ginjal hingga Cuci Darah

Infeksi saluran kemih (ISK) karena kelainan anatomi bawaan pada bayi jika tidak teratasi bisa menyebabkan gagal ginjal kronis hingga cuci darah.

Tayang:
Banjarmasin Post
ILUSTRASI : Perangkat Alat Cuci Darah. Infeksi saluran kemih (ISK) karena kelainan anatomi bawaan pada bayi jika tidak teratasi bisa menyebabkan gagal ginjal kronis hingga cuci darah. 

Tidak hanya sampai di sana, situasi ini juga bisa menyebabkan Vesicoureteral reflux.

Vesicoureteral reflux adalah aliran urin yang backflow.

Artinya, air urin naik kembali ke ginjal karena memang ada kelainan atau penyempitan dari ureter ke kandung kemih.

Anak yang terinfeksi saluran kemih yang menyerang saluran kemih atas, akan meninggalkan jaringan parut pada ginjal.

Pada saat dewasa, bagi yang perempuan bisa menyebabkan timbulnya preeklampsia pada saat dia hamil.

Dan dalam beberapa tahun ke depan bisa menyebabkan gagal ginjal stadium akhir.


Bakteri E Coli Sebabkan Infeksi Saluran Kemih pada Anak

Lalu apa yang menyebabkan anak bisa mengalami ISK?

Menurut anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nefrologi IDAI, Dr Ina Zarlina, SpA(K), umumnya, bakteri E. coli paling sering menyebabkan ISK.

"Escherichia coli (E. coli) itu memang bakteri negatif yang paling sering menyebabkan infeksi saluran kemih," ungkapnya pada media briefing virtual, Selasa (6/8/2024).

Bakteri Eschericia coli masuk lewat uretra menuju saluran kemih dan menginfeksi kandung kemih (sistitis), juga ginjal (pielonefritis)

Selain itu, infeksi saluran kemih bisa disebabkan oleh bakteri-bakteri lain.

Seperti Pseudomona dan Klebsiella pneumoniae.

"Biasanya infeksi saluran kemih ini bukan penyakit yang ditularkan. Berbeda dengan infeksi saluran pernafasan. Tidak ditularkan dari satu anak ke anak lain,"jelasnya.

ISK pada anak juga bisa terjadi karena adanya kelainan pada anatomi saluran kemih yang terjadi sejak lahir.

Kebiasaan Jarang Ganti Popok Picu ISK

Selain itu penyebab lain juga bisa disebabkan oleh beberapa kebiasaan.

Seperti kebiasaan orang tua jarang mengganti popok anak.

Terutama dengan banyaknya popok sekali pakai yang cepat dan tetap kering meskipun dipakai dalam waktu lama.

Popok yang dipakai terlalu lama dapar menyebabkan perkembangan bakteri.

Kebiasaan menahan buang air kecil hingga cara membasuh yang kurang tepat saat buang air.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved