Sabtu, 23 Mei 2026

Tangani Penyakit Jantung, Kanker dan Stroke, Kemenkes Bangun 4 RS UPT Vertikal

Kemenkes RI tengah bangun empat rumah sakit unit pelayanan terpadu (UPT) vertikal di wilayah Indonesia Tengah dan Timur.

Tayang: | Diperbarui:
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi. Kemenkes RI tengah bangun empat rumah sakit unit pelayanan terpadu (UPT) vertikal di wilayah Indonesia Tengah dan Timur. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tengah bangun empat rumah sakit unit pelayanan terpadu (UPT) vertikal di wilayah Indonesia Tengah dan Timur.

Keempat rumah sakit tersebut adalah Rumah Sakit UPT Vertikal Makassar, Sulawesi Selatan; RS UPT Vertikal Surabaya, Jawa Timur; RS UPT Vertikal Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur; dan RS UPT Vertikal Papua.

Baca juga: Kemenkes: Kecukupan Alat Diagnostik Mempermudah Skrining Diabetes, Kanker hingga Penyakit Menular

Rumah sakit UPT Vertikal ini dipersiapkan sebagai sentra layanan spesialistik dan subspesialistik untuk tiga penyakit katastropik yang menyumbang kematian tertinggi di Indonesia, yakni jantung, kanker, dan stroke.

Keempat rumah sakit UPT vertikal ini diharapkan dapat menjadi pusat unggulan (Center of Excellence) dalam penanganan penyakit katastropik di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI dr. Azhar Jaya, S.H., SKM, MARS.

“Output (hasil) yang diharapkan dari Center of Excellence Penyakit Katastropik di wilayah Indonesia timur dalam jangka pendek adalah menekan angka rujukan penyakit katastropik ke luar wilayah Indonesia timur," ungkapnya dilansir dari website resmi Kemenkes, Kamis (8/8/2024).

Baca juga: Dikritik DPR, Begini Kata Kemenkes soal PP yang Atur Penyediaan Kontrasepsi Pelajar

"Kebutuhan pelayanan rujukan berkualitas di Indonesia timur sudah dapat terpenuhi,” lanjut Azhar.

Selain itu dalam jangka panjang, kehadiran Center of Excellence ini adalah dapat menekan angka kematian dan angka kesakitan/angka kecacatan.

"Dengan terlaksananya layanan sesuai golden period (periode emas) tata laksana suatu penyakit. Misalnya, seperti stroke dapat dilakukan layanan trombolisis sampai clipping," lanjutnya.

Layanan trombolisis adalah salah satu metode penanganan stroke iskemik dengan cara memecah gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah di dalam otak.

Sedangkan, clipping adalah prosedur untuk menghentikan aliran darah ke aneurisma (tonjolan di pembuluh darah otak).

Jika tonjolan ini pecah, maka akan terjadi perdarahan otak yang disebut stroke hemoragik.

Ketua Tim Kerja Pengampuan Jejaring Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, dan Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU dan KIA) dr. Ady Iswadi Thomas, MARS menambahkan, kehadiran Center of Excellence Penyakit Katastropik diharapkan nantinya dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian pasien.

“Harapan dalam hal sisi layanan kesehatan, agar layanan kesehatan dapat diakses secara merata sehingga dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian pasien, termasuk dari segi pembiayaan kesehatan,” tambah dr Ady.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved