Anak Tidur di Ruang AC Saat Cuaca Panas? IDAI Ingatkan Risiko Dehidrasi
Udara sejuk ruang AC memang membantu anak tidur lebih nyenyak, tapi bisa membuat tubuh anak lebih mudah kehilangan cairan.
Ringkasan Berita:
- Udara dingin dan kering dari AC bisa membuat tubuh anak lebih mudah kehilangan cairan
- Karena itu, orang tua perlu lebih disiplin mengingatkan anak untuk minum air putih meski tidak merasa haus
- Orang tua sering tidak menyadari karena gejalanya tampak ringan seperti bibir kering, anak mudah lelah, sulit konsentrasi hingga jarang buang air kecil
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyak orang tua merasa anak lebih aman dan nyaman berada di ruang ber-AC saat cuaca panas ekstrem melanda.
Udara sejuk memang membantu anak tidur lebih nyenyak dan terhindar dari hawa gerah selama musim kemarau panjang akibat El Nino.
Namun di balik kenyamanan tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan adanya risiko yang sering tidak disadari orang tua, yakni dehidrasi diam-diam akibat udara AC yang terlalu kering.
Ketua Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim IDAI, dr. Darmawan Budi Setyanto, Sp.A, Subsp.Respi(K), mengatakan penggunaan AC memang dapat membantu mengurangi paparan udara panas maupun polusi asap saat terjadi kebakaran hutan.
Baca juga: Anak dan Lansia Rentan Dehidrasi Saat Puasa, Dokter Ingatkan Jangan Tunggu Rasa Haus Hilang
Tetapi di sisi lain, udara dingin dan kering dari AC bisa membuat tubuh anak lebih mudah kehilangan cairan.
“AC itu menciptakan udara yang dingin dan kering ya. Nah dingin dan kering ini berpotensi menyebabkan kekurangan cairan,” ujar dr. Darmawan pada media briefing virtual, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, kondisi ini sering tidak terasa karena anak tetap tampak nyaman berada di dalam ruangan.
Padahal, udara kering membuat tubuh terus kehilangan kelembaban secara perlahan.
Karena itu, orang tua perlu lebih disiplin mengingatkan anak untuk minum air putih meski tidak merasa haus.
Apalagi banyak anak yang terlalu asyik bermain, belajar atau tidur di ruangan AC sehingga lupa minum dalam waktu lama.
Udara AC Bisa Membuat Tubuh Anak Kehilangan Cairan
Lebih lanjut dr. Darmawan menjelaskan mesin AC bekerja dengan menyerap kelembaban udara di dalam ruangan.
Akibatnya udara menjadi lebih dingin namun juga lebih kering.
Kondisi tersebut memang terasa nyaman untuk bernapas, terutama saat cuaca panas ekstrem.
Namun jika berlangsung terus-menerus tanpa diimbangi asupan cairan cukup, tubuh anak bisa mengalami kekurangan cairan secara perlahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-anak-usia-dini-mendapat-stimulasi-dari-orang-tua.jpg)