Tinjau Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis di Kampus UI Wamenkes Ingatkan Soal Tingginya Biaya Medis
Program CKG dirancang tidak berhenti pada tahap skrining, tetapi juga mencakup edukasi kesehatan dan tindak lanjut medis.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
willy Widianto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Kesehatan, Prof dr Dante Saksono Harbuwono meninjau langsung pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat pada Jumat (23/5/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Kementerian Kesehatan dalam mendorong deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) di masyarakat, khususnya kalangan civitas akademika.
Baca juga: Wamenkes Sebut Kasus Demam Berdarah Perlu Perhatian! Sampai April 2025, Ada 182 Kematian
Dalam kunjungannya, Prof Dante menekankan pentingnya deteksi dini sebagai langkah preventif dalam sistem kesehatan nasional. “Sasarannya adalah seluruh masyarakat Indonesia, tapi kami lakukan secara bertahap dengan sosialisasi yang berkelanjutan,” ujar Prof Dante.
Program CKG mencakup semua kelompok usia mulai dari balita hingga lansia. Pemeriksaan dilakukan secara terstruktur dan disesuaikan dengan fase kehidupan masing-masing.
Misalnya, untuk anak sekolah pemeriksaan dilakukan mengikuti kalender akademik, sementara untuk mahasiswa dilakukan pada masa awal perkuliahan. Prof Dante menjelaskan bahwa tujuan utama dari program ini adalah mengidentifikasi faktor risiko penyakit sebelum muncul gejala klinis.
“Kalau kita tahu sejak dini ada hipertensi atau obesitas, maka edukasi dan intervensi bisa dilakukan lebih awal. Ini akan mencegah penyakit-penyakit berat seperti stroke atau serangan jantung,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pendekatan preventif jauh lebih efisien secara ekonomi dibandingkan penanganan kuratif. “Mengobati penyakit jantung jelas lebih mahal daripada mencegahnya. Ini cara kita menekan biaya kesehatan nasional,” ujar Prof Dante.
Program ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat dan memberdayakan individu untuk lebih peduli terhadap kesehatannya sejak dini. Kegiatan di UI menjadi proyek percontohan pertama sebelum program diperluas ke berbagai kampus dan komunitas di seluruh Indonesia.
Baca juga: Menkes: Jumlah Peserta Cek Kesehatan Gratis Sudah di Atas Jumlah Penerima MBG
Hingga saat ini, lebih dari 500 civitas akademika UI telah mendaftar untuk mengikuti pemeriksaan. Hasil awal menunjukkan sejumlah temuan yang mengkhawatirkan, seperti tingginya angka obesitas, hipertensi, dan rendahnya aktivitas fisik di kalangan peserta.
Baca juga: Wamenkes Dante Saksono: Hanya Sekitar 5 Persen Anak-anak Indonesia yang Menyikat Gigi dengan Benar
“Padahal, UI ini kampus yang mendukung aktivitas fisik. Ini perlu menjadi perhatian,” kata Prof Dante.
Data awal mengungkap bahwa tiga kondisi terbanyak yang ditemukan adalah hipertensi, obesitas, dan diabetes. Peserta dengan temuan risiko kesehatan akan dirujuk ke klinik terdekat untuk evaluasi dan penanganan lanjutan.
Program CKG dirancang tidak berhenti pada tahap skrining, tetapi juga mencakup edukasi kesehatan dan tindak lanjut medis selaras dengan transformasi sistem kesehatan nasional dari pendekatan kuratif ke promotif-preventif.
“Kampus punya potensi besar dalam menyebarkan kesadaran kesehatan, khususnya di kalangan generasi muda,” tegas Prof Dante.
Ia juga menekankan pentingnya peran aktif institusi dalam mendukung keberhasilan program ini. Dengan pendekatan berbasis komunitas, diharapkan angka kesakitan di masyarakat dapat ditekan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Baca juga: Banyak Usia Muda Hipertensi, Kolesterol Tinggi hingga Diabetes, Jangan Abaikan Cek Kesehatan
“Ini bukan hanya program medis, tapi program pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.