Senin, 18 Mei 2026

Wabah Hantavirus

Akhiri Operasi Hantavirus di MV Hondius, WHO Sampaikan Terima Kasih kepada Warga Tenerife

WHO menyatakan operasi penanganan wabah hantavirus di atas kapal ekspedisi MV Hondius resmi berakhir.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • WHO menyatakan operasi penanganan wabah hantavirus di atas kapal ekspedisi MV Hondius resmi berakhir.
  • Dalam pesan terbuka yang dikirim dari Jenewa kepada warga Tenerife, Tedros menyampaikan terimakasih mendalam.
  • WHO juga memberikan penghormatan kepada Perdana Menteri Pedro Sánchez dan sejumlah pejabat pemerintah Spanyol yang terlibat dalam operasi tersebut.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan operasi penanganan wabah hantavirus di atas kapal ekspedisi MV Hondius resmi berakhir.

Dalam pesan terbuka yang dikirim dari Jenewa kepada warga Tenerife, Tedros menyampaikan apresiasi mendalam atas solidaritas dan dukungan yang diberikan selama proses evakuasi serta penanganan para penumpang kapal.

Baca juga: Hantavirus Dipantau Ketat, WHO Nilai Risiko Global Masih Rendah

Tenerife adalah pulau terbesar dan terpadat di Kepulauan Canary, Spanyol, yang terletak di Samudra Atlantik lepas pantai barat laut Afrika. 

“Pekerjaan kami di Tenerife telah selesai. Dan itu dilakukan dengan penuh keanggunan,” tulis Tedros dikutip dari laman resmi WHO, Jumat (15/5/2026).

HANTAVIRUS. Kapal pesiar MV Hondius yang menjadi pusat wabah hantavirus akhirnya tiba di Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol, setelah berminggu-minggu terombang-ambing di laut, sementara proses evakuasi dramatis pada Minggu (10/5/2026) berlangsung dengan pengamanan kesehatan ketat, termasuk penumpang yang mengenakan ponco plastik biru dan penutup kepala saat dipindahkan menggunakan perahu kecil menuju dermaga. Tangkap Layar YouTube Associated Press, Senin (11/5/2026).
HANTAVIRUS. Kapal pesiar MV Hondius yang menjadi pusat wabah hantavirus akhirnya tiba di Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol, setelah berminggu-minggu terombang-ambing di laut, sementara proses evakuasi dramatis pada Minggu (10/5/2026) berlangsung dengan pengamanan kesehatan ketat, termasuk penumpang yang mengenakan ponco plastik biru dan penutup kepala saat dipindahkan menggunakan perahu kecil menuju dermaga. Tangkap Layar YouTube Associated Press, Senin (11/5/2026). (YouTube Associated Press)

Ia mengatakan dirinya menyaksikan langsung proses akhir operasi di Pelabuhan Granadilla de Abona, ketika penumpang terakhir meninggalkan kapal menuju kendaraan yang membawa mereka pulang.

Menurutnya, seluruh operasi berjalan dengan tenang, profesional, dan terkoordinasi dengan baik.

Lebih dari 120 penumpang dari 23 negara berhasil diturunkan dengan aman dari kapal dan kini berada dalam pemantauan otoritas kesehatan di negara masing-masing maupun selama masa transit. WHO menyebut penilaian risiko, protokol kesehatan, dan pengamanan koridor evakuasi berjalan sesuai rencana.

Tedros menegaskan keberhasilan operasi tersebut bukan hanya soal logistik dan prosedur kesehatan, melainkan juga tentang nilai kemanusiaan yang ditunjukkan masyarakat Tenerife dan pemerintah Spanyol.

“Yang terjadi di Tenerife lebih dari sekadar kompetensi. Ini adalah keberanian moral, kemauan seluruh pulau dan seluruh bangsa untuk mengatakan: mereka adalah manusia, dan kita tidak akan berpaling dari mereka,” ujarnya.

WHO juga memberikan penghormatan kepada Perdana Menteri Pedro Sánchez dan sejumlah pejabat pemerintah Spanyol yang terlibat dalam operasi tersebut, termasuk Menteri Kesehatan Mónica García, Menteri Dalam Negeri Fernando Grande-Marlaska, serta pejabat regional Ángel Víctor Torres.

Tedros juga menyampaikan apresiasi kepada Kapten Jan Dobrogowski dan 26 awak kapal yang dinilai berhasil menjaga para penumpang tetap tenang selama berminggu-minggu menghadapi isolasi dan ketidakpastian di tengah wabah.

WHO turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya 3 orang penumpang kapal dan seorang anggota Guardia Civil Tenerife akibat serangan jantung saat bertugas selama operasi berlangsung. 

Tedros menyebut pengabdian aparat tersebut sebagai bentuk komitmen terhadap masyarakat yang tidak akan dilupakan.

Di akhir pesannya, Tedros mengungkapkan kesan pribadinya terhadap Tenerife.

“Saya berharap dapat kembali ke Tenerife sebagai pengunjung, bukan sebagai penanggulang krisis,” tulisnya.

Tedros menutup suratnya dengan menegaskan bahwa, pekerjaan belum benar-benar selesai hingga seluruh penumpang dan awak kapal menyelesaikan masa karantina dan kembali berkumpul bersama keluarga mereka.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved